Bawah Menu - Res

Propam Turun Tangan di Kasus Tewasnya Herman di Balikpapan




Kasus Herman yang tewas dengan luka di sekujur tubuhnya setelah ditangkap oleh anggota Polresta Balikpapan menuai perhatian publik. Divisi Propam Polri pun turun tangan memantau penanganan kasus tersebut.

Kasus kematian Herman ini awalnya mencuat ke publik setelah diungkap oleh LBH Samarinda. Berdasarkan keterangan LBH Samarinda, peristiwa ini terjadi pada 2 Desember 2020 malam.

Herman awalnya sedang berada di rumah. Kemudian datang sejumlah orang tak dikenal.

Herman disebut dibawa pergi oleh orang tak dikenal itu dalam posisi bertelanjang dada alias tidak memakai baju dan mengenakan celana pendek berwarna hitam. Belakangan, LBH Samarinda menyebut orang tak dikenal yang membawa pergi Herman itu diketahui anggota Polresta Balikpapan.

Keesokan harinya, keluarga disebut mendapat kabar dari Polresta Balikpapan kalau Herman telah tewas. Polisi disebut mengatakan Herman tewas karena buang air dan muntah saat diberi makan.

"Menurut informasi awal dari anggota Polresta Balikpapan, sesaat setelah kabar tewasnya korban, bahwa korban buang air dan muntah-muntah setelah diberi makan, dan meninggal ketika dibawa ke rumah sakit. Bahkan, ketika keluarga ingin melihat jasad korban, salah satu personel polisi menjelaskan bahwa korban tidak ada di polres, karena jasadnya telah dibawa ke rumah sakit," ujar salah satu Tim Advokasi LBH Samarinda, Fathul Huda Wiyashadi dalam keterangan pers yang dikutip Minggu (7/2/2021).

LBH menyebut jenazah Herman kemudian dibawa pulang pihak keluarga. Namun keluarga kaget setelah melihat jenazah Herman yang penuh luka di sekujur tubuhnya. Bahkan ada darah segar yang mengalir dari salah satu bagian tubuhnya.

"Kemudian, pada tanggal 4 Desember 2020, sekitar pukul 08.30 Wita, jasad korban tiba di rumahnya yang diantar oleh personel Polresta Balikpapan. Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk membuka kafan pembungkus jasad korban dan ditemukan luka sayatan di hampir seluruh tubuh korban dengan darah segar yang masih mengalir serta lebam dan luka lecet di bagian punggung korban," jelas Fathul Huda.

Karena inilah keluarga Herman melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kaltim. Namun hingga saat ini keluarga Herman disebut belum mendapatkan laporan lanjut.

"Bahkan pihak keluarga korban sempat melaporkan peristiwa ini kepada Propam Polda Kaltim, namun faktanya hingga saat ini tak ada titik terang yang didapat oleh keluarga korban atas peristiwa ini. Dikarenakan tidak kunjung jelasnya penanganan kematian misterius korban ini, akhirnya pada Kamis, 4 Februari 2021, pihak keluarga memasukkan pengaduan pembunuhan terhadap Herman kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum dan ditembuskan kepada Bidang Propam Polda Kaltim melalui kami selaku kuasa hukumnya," ucap Fathul.


sumber: detik.com

0 Response to "Propam Turun Tangan di Kasus Tewasnya Herman di Balikpapan "

Post a comment

Tengah Artikel - in article