Bawah Menu - Res

Duduk Perkara Gadis Remaja Bunuh Sepupu Cabul Jadi Tersangka




Seorang gadis remaja di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan pembunuhan terhadap sepupunya yang berusia dewasa. Kepada polisi, gadis berusia 15 tahun mengaku telah dicabuli oleh sepupunya tersebut.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan sesosok mayat pria di tengah hutan. Polisi mendapati luka akibat benda tajam pada leher korban.

"Benar pada hari Kamis tanggal 11 Februari 2021 sekitar pukul pukul 22.00 Wita, mendapat informasi dari Polsek Kualin bahwa telah ditemukan sesosok jenazah laki-laki di Bitan, Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS, tepatnya di Hutan Haikmeu," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna kepada detikcom, Rabu (17/2).

Krisna mengatakan mayat pria tersebut ditemukan dalam posisi sujud sambil memegang dua pasang sandal warna hijau dan hitam. Polisi juga menemukan sebuah tas berwarna hitam di dekat korban.

"Langkah selanjutnya yaitu melakukan interogasi kepada para saksi yang mengetahui kejadian tersebut dan juga saksi yang bertemu dengan korban sebelum korban di temukan meninggal dunia. Setelah di lakukan interogasi kepada para saksi dan juga hasil olah TKP, didapati petunjuk yang melakukan pembunuhan terhadap diri korban adalah seorang gadis remaja itu, yang merupakan sepupu korban" jelas Krisna.

Gadis remaja itu mengaku melakukan pembunuhan lantaran korban mencabulinya pada Mei 2020. Dia menuturkan korban sering membeli minuman keras di rumah pelaku. Korban selalu menyampaikan akan menjadikan gadis tersebut sebagai istri keduanya.

"Kemudian hari Rabu, tanggal 10 Februari 2021, sekitar pukul 13.00 Wita, korban menuju ke rumah tersangka untuk membeli minuman keras (laru putih), dan saat itu korban sempat mengajak tersangka untuk bertemu di pinggir laut, setelah itu korban langsung keluar menuju ke pinggir pantai yang berjarak 20 meter dari TKP," jelas Krisna.

"Dan beberapa saat kemudian tersangka pun pergi, mengikuti korban dengan membawa sebilah pisau dan parang. Namun saat itu pisau disimpan oleh tersangka di saku belakang celana tersangka," sambung Krisna.

Krisna menyampaikan, menurut pengakuan pelaku, korban sempat mencabuli pelaku sebanyak satu kali. Setelah itu korban hendak mencabuli pelaku kembali.

Kasus ini lantas menjadi perhatian Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif. Lotharia Latif menjelaskan, sebelum kasus pembunuhan ini ramai diperbincangkan, dirinya sudah mengambil sikap.

Sikap yang dimaksud Latif adalah memerintahkan penyidik untuk mendalami fakta-fakta terkait pembunuhan tersebut, memperlakukan si gadis secara humanis dengan tidak dikurung dalam sel tahanan tetapi dititipkan di Dinas Rehabilitasi Sosial milik Pemda.

"Saat saya mendengar ada kasus tersebut, saya perintahkan penyidik untuk humanis memperlakukan gadis remaja tersebut. Bagaimanapun juga kita harus memegang teguh asas praduga tak bersalah. Saya meminta juga agar adik kita ini tidak disel sebagaimana umumnya pelaku pembunuhan," jelas Latif kepada detikcom, Kamis (18/2/2021).

"Kenapa saya demikian? Karena adik kita ini masih di bawah umur. Dia mengaku bahwa dia hendak dilecehkan, maka dia terpaksa melawan. Jadi kami titipkan dia di Dinas Rehabilitasi Sosial TTS (Timor Tengah Selatan), sambil penyidik mengumpulkan fakta-fakta di lapangan dan meminta pandangan ahli," sambung Latif.

Latif menuturkan dirinya juga sudah mengirim polwan dan psikolog untuk mendampingi gadis tersebut. Dengan harapan, sambung Latif, trauma yang dialami remaja putri tersebut dapat berangsur menghilang dan diharapkan si gadis dapat menceritakan secara terang benderang peristiwa yang dialaminya.


sumber: detik.com

0 Response to "Duduk Perkara Gadis Remaja Bunuh Sepupu Cabul Jadi Tersangka"

Post a comment

Tengah Artikel - in article