Bawah Menu - Res

Praperadilan Habib Rizieq Bikin PN Jaksel Waspadai Kerumunan






Sidang perdana gugatan praperadilan tersangka kasus penghasutan terkait kerumunan, Habib Rizieq Shihab, akan digelar hari ini. Antisipasi adanya kerumunan pun disiapkan.

Habib Rizieq diketahui saat ini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Gugatan praperadilan ini diajukan lewat kuasa hukumnya. Jelang sidang perdana, Kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Prawiro, menyinggung soal pasal penghasutan yang menjerat HRS.

"Sebenarnya gini, kalau yang terkait praperadilan menyangkut masalah penetapan tersangka Pak Habib Rizieq, yang paling diutamakan ada penangkapan, ada penahanan. Tapi penetapan tersangka yang paling utama. Karena gini, itu yang terkait pasal 160 penghasutan, itu penghasutannya mana. Apakah (penghasutan ini) terkait penghasutan pasal 93 UU Nomor, pokoknya yang terkait UU Kekarantinaan Kesehatan (di) pasal 93, atau yang terkait dengan lainnya," kata Sugito, saat dihubungi, Minggu (3/1/2021).

Dia menerangkan Habib Rizieq bisa ditahan karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara. Padahal, lanjutnya, ancaman hukuman di Pasal 93 tentang UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang menjerat Habib Rizieq adalah maksimal denda Rp 100 juta dan/atau pidana penjara paling lama 1 tahun.

"Ini penghasutannya saya duga terkait dengan ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun sehingga (HRS) bisa ditahan. Jadi kami akan mengatakan terhadap penetapan tersangka Habib Rizieq dengan menggunakan pasal 160 itu bukan alasan yuridis, tapi alasan hukum. (Maksudnya) alasan politis bukan alasan yuridis," ucapnya.

Sugito optimistis memenangkan praperadilan kliennya. Sebab, sambungnya, Pasal 160 KUHP tidak bisa menjerat Habib Rizieq dalam kasus kerumunan di Petamburan, beberapa waktu lalu.

"Jadi begini, kalau terhadap ketentuan hukumnya kami optimis menang. Karena ini pasal 160 menurut saya tidak pas dihubungkan dengan UU Kekarantinaan Kesehatan, terkait penghasutan. (Yaitu) untuk mengajak orang berkerumun atau tidak berkerumun itu tidak pas kalau itu terkait kekerantinaan kesehatan," tandasnya.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) tidak mau mengambil risiko adanya massa saat sidang praperadilan Habib Rizieq Shihab. Karena itu, PN Jaksel berkoordinasi dengan pihak kepolisian soal pengamanan saat sidang.

"Sudah koordinasi (dengan pihak polisi soal keamanan). Kita tak mau ambil, satu, risiko, dalam arti, karena praperadilan Habib Rizieq kemungkinan massa ada. Kita Sesuaikan saja, keamanan disiapkan," ucap Kepala Humas PN Jakarta Selatan, Suharno, saat dihubungi, Minggu (3/1/2021).

Suharno menyebut belum ada kepastian apakah bakal ada massa Habib Rizieq saat sidang praperadilan pada Senin (4/1). Namun, dia ingin sidang berlangsung dengan aman, termasuk sidang-sidang kasus lainnya.

"Tentunya dalam hal ini, kita jaga-jaga makanya kita koordinasi ke pihak keamanan, Satgas COVID, itu demi kelancaran persidangan dan kenyamanan masyarakat pada umumnya, untuk lalu lintas dan lain-lain," katanya.

"Jangan sampai, kalau ada hal-hal, kalau ada massa banyak baru koordinasi, kan repot," sambungnya.

Suharno tak hanya memperhatikan soal keamanan, tapi juga soal protokol kesehatan. Terlebih saat ini masih masa pandemi virus Corona (COVID-19).

"Kita akan lakukan satu koordinasi, karena kita cegah hal-hal yang kemungkinan. Tentunya koordinasi dengan keamanan, protokol kesehatan, dan lain-lain," ucapnya.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) tidak ingin ada kerumunan saat sidang praperadilan perdana Habib Rizieq Shihab (HRS), besok. Kuasa hukum HRS, Sugito Prawiro, menyebut tim lawyer tidak pernah mengajak simpatisan Habib Rizieq untuk datang ke persidangan.

"Kami dari penasihat hukum tidak pernah mengajak untuk hadir pada proses persidangan di saat pandemi Corona. Tapi kalau misalnya ada yang hadir karena kemauan sendiri, karena kesadaran sendiri, (harus) untuk bisa menaati protokol kesehatan. Itu aja," kata Sugito, saat dihubungi, Minggu (3/1/2021).

Sugito menambahkan hanya lawyer Habib Rizieq yang akan hadir pada sidang praperadilan besok. Bila ada simpatisan Habib Rizieq yang hadir, dia memperkirakan jumlahnya tidak banyak.

"Kalaupun misalnya ada simpatisan, nggak banyaklah ya, kan itu sidang (praperadilan Habib Rizieq) terbuka untuk umum," ucap Sugito.

Polri pun mengantisipasi kerumunan di sidang praperadilan hari ini. Bagaimana kesiapannya? Simak di halaman selanjutnya.

Sidang praperadilan Habib Rizieq Shihab (HRS) akan digelar besok di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Sebanyak 1.610 personel gabungan bakal mengamankan jalannya sidang.

"1.610 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemda disiagakan untuk pengamanan sidang praperadilan besok di PN Jakarta Selatan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/1/2021).

Sidang pembacaan permohonan praperadilan bakal dimulai pukul 09.00 WIB. Argo mengatakan pengamanan meliputi lokasi sidang hingga lalu lintas di sekitar PN Jaksel.

"Pengamanan mulai lokasi sidang hingga pengaturan jalur lantas," ujar Argo.


sumber: detik.com

0 Response to " Praperadilan Habib Rizieq Bikin PN Jaksel Waspadai Kerumunan "

Post a comment

Tengah Artikel - in article