Bawah Menu - Res

Menangis di Pengadilan, Pinangki Minta Belas Kasih Hakim




Terdakwa kasus pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk kepentingan terpidana korupsi Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari, meminta belas kasih hakim yang mengadili perkaranya.

Pinangki mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tindak pidana. Ia pun teringat akan buah hatinya yang masih berusia empat tahun dan seorang ayah yang sedang sakit.

Hal itu disampaikan Pinangki saat menjalani pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/1). Ia meminta belas kasih tersebut sambil menangis.

"Saya sangat menyesal, Yang Mulia. Tidak sepantasnya saya berbuat seperti ini. Saya mohon penuntut umum agar tuntutannya berbelas kasihan. Dan mohon belas kasihan Yang Mulia agar kiranya bisa memutuskan belas kasihan, anak saya masih 4 tahun, bapak saya sakit," ucap Pinangki dengan tersedu-sedu.

Pinangki mengungkapkan hidupnya hancur setelah berhadapan dengan kasus hukum. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tindak pidana lagi.

"Saya berjanji tidak akan dekat-dekat lagi. Saya mau jadi ibu rumah tangga saja kalau saya sudah selesai. Saya enggak tahu lagi musti gimana, hidup saya sudah hancur. Tak ada artinya lagi," tuturnya.

Pinangki diadili atas perbuatan suap, tindak pidana pencucian uang dan pemufakatan jahat. Jaksa menyebut Pinangki telah menerima US$500 ribu dari Djoko Tjandra melalui perantara Andi Irfan Jaya.

Uang itu dimaksudkan untuk membantu pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung agar pidana penjara yang dijatuhkan ke Djoko Tjandra atas kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali selama 2 tahun tidak dapat dieksekusi.

Jaksa menerangkan uang US$500 ribu itu merupakan fee dari jumlah US$1 juta yang dijanjikan Djoko Tjandra.


sumber: detik.com

0 Response to " Menangis di Pengadilan, Pinangki Minta Belas Kasih Hakim "

Post a comment

Tengah Artikel - in article