Bawah Menu - Res

Polri: Upik Lawanga Disebut Profesor, Buat Bom Senter agar Tak Dicurigai




Polri mengungkap terduga teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI), Taufik Bulaga alias Upik Lawanga, disebut profesor karena pintar membaca situasi dan karakteristik suatu wilayah dia berada. Agar tidak dicurigai warga, Upik membuat bom berbentuk senter sesuai dengan kebiasaan masyarakat di tempatnya berada, yang kerap membawa senter pada malam hari.
"Tersangka Upik ini juga disebut profesor karena dia bisa melihat, mempelajari karakteristik wilayah. Contoh misalnya di Poso, di Poso itu, di sana banyak orang yang menggunakan senter. Senter itu yang untuk malam digunakan sebagai cahaya penerangan. Jadi yang bersangkutan membuat bomnya seperti apa, seperti senter," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2020).

"Jadi kenapa kok sama membuatnya, karena agar masyarakat tidak curiga dengan kalau dia membawa bom berupa senter," lanjutnya.

Argo menuturkan, selain membuat bom berbentuk senter, Upik juga membentuk bom berbentuk termos. Upik kata Argo sudah membaca kebiasaan barang-barang yang dibawa masyarakat sehingga tidak ada yang mengetahui jika barang yang dibawa adalah bom.

"Juga ada termos, jadi dia bisa membaca masyarakat di sana sering bawa termos ke sawah ke mana, dia juga bawa termos, itu orang semua tidak curiga. Jadi kalau misalnya nanti dia melakukan suatu kegiatan ya tidak diketahui," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 23 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di Lampung tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Setiba di Bandara Soekarno-Hatta, para terduga teroris itu dibawa ke Mabes Polri dengan kawalan ketat tim Densus 88.

Dua dari 23 terduga teroris adalah buron Polri, yakni Zulkarnaen dan Upik Lawanga. Mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat Batik Air pada Rabu (16/12) pada pukul 12.53 WIB.

Polri menyampaikan Upik Lawanga ditangkap Densus 88 Antiteror pada Rabu (23/11). Upik ditangkap di Lampung setelah 14 tahun jadi buron.

"Pada tanggal 23 November 2020, pukul 14.35 WIB di Jl Raya Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Densus 88 AT Polri telah berhasil melakukan penangkapan Saudara TP alias Upik Lawanga setelah 14 tahun menjadi DP," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Senin (30/11).

Awi menyebut Upik Lawanga aset paling berharga Jamaah Islamiyah. Upik disebut penerus Dr Azahari.

"Upik Lawanga merupakan aset paling berharga Jamaah Islamiyah atau JI karena UL merupakan penerus dari Dr Azahari sehingga yang bersangkutan disembunyikan oleh kelompok JI dan berpindah tempat," kata Awi.

Berikut sejumlah barang bukti yang disita Densus 88 Antiteror Polri dari penangkapan Upik Lawanga:

1. 8 bilah senjata tajam.
2. 1 senjata api rakitan.
3. 1 senjata angin.
4. 1 crossbow.
5. 1 bilah panah.
6. 13 peluru.
7. 1 bunker dengan kedalaman 2 meter.

sumber: detik.com

0 Response to "Polri: Upik Lawanga Disebut Profesor, Buat Bom Senter agar Tak Dicurigai"

Post a comment

Tengah Artikel - in article