Bawah Menu - Res

Mengungkap Misteri CCTV yang Mati di KM 50 Lokasi Penembakan 6 Laskar FPI




Polisi menyebut penembakan 6 Laskar FPI berada di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 50, sebelum dilakukan tindakan tegas terukur. Keenamnya disebut melakukan penyerangan terhadap petugas yang sedang mengintai rombongan mobil Habib Rizieq Shihab (HRS).

Warganet pun mendesak rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di tol sepanjang 73 Km tersebut agar dibuka. Hal ini untuk menjelaskan detik detik tewasnya anggota Front Pembela Islam (FPI) di ruas Tol Cikampek. Bahkan kemarin, desakan CCTV agar dibuka menjadi trending topic di Twitter.

“Ini mungkin twit terakhir sebelum akun ini tumbang. Kunci utama dari Bukti & keterangan Kapolda adalah 1. Rekaman CCTV terjadi penyerangan di jalan Tol dan 2. Proyektil peluru. Demikian terima kasih. Salam hormat buat semua follower Sampai ketemu,” kata akun @hukumDan

Admin @hukumDan sendiri merupakan akun pertama yang diketahui memposting kalimat CCTV pada 2.24 siang tadi. Seketika, cuitan akun ini di repost sejumlah orang, kata ‘CCTV’ lantas menjadi trending saat berita ditulis.

“Saya yakin CCTV waktu itu mati atau mendadak rusak. Kalau betul dugaan sy yah kita tahu siapa yang sedang drama,” sindir @Lukians_ dalam postingannya.

Menanggapi hal tersebut, PT Jasa Marga angkat bicara mengenai peristiwa baku tembak antara Laskar Khusus Front Pembela Islam (FPI) dengan petugas kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Dwimawan Heru memastikan, pihaknya tidak memiliki rekaman CCTV mengenai peristiwa tersebut.

"Karena kondisi CCTV rusak, dan sedang dalam perbaikan untuk kembali aktif memonitor ruas tol Japek," ujar Heru kepada wartawan, Senin (7/12/2020) kemarin.

Terkait peristiwa penembakan 6 Laskar FPI yang terjadi di Tol Jakarta Cikampek, dijelaskan Heru, hanya pihak kepolisian yang bisa menjelaskan. "Untuk mendapatkan kejelasan atas pertanyaan itu untuk mempertanyakan kepada pihak kepolisian," tandasnya.

Peristiwa penyerangan pendukung Habib Rizieq terhadap aparat kepolisian itu terjadi pada Senin 7 Desember 2020 pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Kejadian tersebut ketika petugas sedang mengecek informasi mengenai ada pengerahan massa terkait pemanggilan Habib Rizieq Shihab di Polda Metro, Senin 7 Desember 2020.

Mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengkuti kendaraan pengikut Rizieq, tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan disetop dua kendaraan pendukung Rizieq. Bahkan, ketika kejadian itu pihak yang diduga pendukung Rizieq menodongkan senjata api dan senjata tajam berupa samurai dan celurit ke arah aparat kepolisian.

Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil tindakan tegas terukur. 6 orang pendukung Rizieq meninggal dunia, sementara 4 lainnya melarikan diri.


Dalam kasus ini petugas mengalami kerugian materil berupa rusaknya kendaraan yang ditabrak pelaku dan adanya bekas tembakan senpi pelaku di tempat kejadian perkara (TKP).

Adapun keenam orang yang tewas itu adalah, Faiz, Ambon, Andi, Reza, Lutfi dan Khadafi. Mereka semua diketahui merupakan anggota Laskar FPI DKI Jakarta.


sumber: okezone.com

0 Response to "Mengungkap Misteri CCTV yang Mati di KM 50 Lokasi Penembakan 6 Laskar FPI"

Post a comment

Tengah Artikel - in article