Bawah Menu - Res

5 Pernyataan Terbaru Kabareskrim soal Tewasnya 6 Laskar FPI





 Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo menggelar jumpa pers perihal tewasnya 6 Laskar FPI. Ada sejumlah pernyataan yang disampaikan Sigit dalam jumpa pers itu.

Salah satu pernyataan terbaru adalah mengenai rekonstruksi tewasnya 6 Laskar FPI yang digelar pada Senin (14/12) dini hari. Sigit mengatakan, hasil rekonstruksi tersebut belumlah final.

Berikut pernyataan-pernyataan terbaru Sigit soal tewasnya 6 Laskar FPI:

1. Rekonstruksi Belum Hasil Final

Sigit mengungkapkan, rekonstruksi yang dilakukan merupakan bagian proses penyidikan. Dia menekankan, rekonstruksi yang dilakukan bukanlah hasil final.

"Rekonstruksi yang kita lakukan tadi malam adalah bagian dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri. Artinya rekonstruksi yang dilakukan belum merupakan hasil final," kata Komjen Sigit dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (15/12/2020).

Baca juga:
Kabareskrim soal Rekonstruksi Tewasnya 6 Laskar FPI: Belum Hasil Final
Sigit membuka kemungkinan ada rekonstruksi lanjutan. Rekonstruksi lanjutan bisa dilakukan bila ada temuan baru.

"Apabila ada temuan-temuan baru terkait dengan tambahan-tambahan keterangan informasi, saksi dan bukti yang lain, tidak menutup kemungkinan bisa dilanjutkan dengan proses rekonstruksi lanjutan," ungkapnya.

2. Bareskrim Jamin Transparan

Komjen Sigit menegaskan, Bareskrim Polri selalu berusaha profesional. Bareskrim, kata dia, juga selalu berusaha transparan dalam mengusut tewasnya 6 Laskar FPI.

"Yang perlu saya tekankan bahwa dalam rekonstruksi yang tadi malam kita lakukan, kami selalu berusaha profesional, transparan dan objektif, dengan selalu melibatkan rekan-rekan media, rekan-rekan dari pengawas eksternal, dalam hal ini, kami mengundang Komnas HAM, Amnesti Internasional, dari KontraS, Imparsial dan juga Kompolnas," kata Sigit.

3. Bareskrim Libatkan Pengawas Eksternal dan Internal

Komjen Sigit menegaskan, Bareskrim selalu melibatkan pengawas eksternal dalam pengusutan tewasnya 6 Laskar FPI. Hal itu sebagai bagian dari transparansi yang dilakukan Bareskrim dalam mengusut kasus itu.

"Selalu melibatkan rekan-rekan media, rekan-rekan dari pengawas eksternal, dalam hal ini, kami mengundang Komnas HAM, Amnesti Internasional, dari KontraS, Imparsial dan juga Kompolnas," kata Sigit.

"Walaupun yang datang hanya dari Kompolnas, namun demikian kami tetap menghargai independensi rekan-rekan pengawas eksternal yang lain," imbuhnya.

Untuk menjaga profesionalisme penyidik, Sigit menyebut pihaknya juga melibatkan Divisi Propam Polri. Dia juga menjamin akan mempublikasikan perkembangan penyidikan kasus penembakan laskar FPI.

"Dan tentunya di dalam setiap kegiatan kami juga didampingi oleh pengawas internal ini, dalam hal ini Divisi Propam Polri. Tentunya untuk perkembangan penyelidikan selanjutnya, sebagaimana pernah kami sampaikan, bahwa kami selalu membuka ruang apabila ada informasi baru ataupun saksi-saksi baru yang memahami dan mengetahui peristiwa yang terjadi, untuk kami periksa dan menjadi tambahan di dalam melengkapi penyidikan kami," papar Sigit.

"Kami akan terus menjaga transparansi, menjaga profesionalisme dan tentunya di dalam setiap perkembangannya akan kita rilis pada saat penyidikannya nanti sudah menjadi jauh lebih lengkap," sambung dia.

4. Bareskrim Hargai Independensi Pengawas Eksternal

Komjen Sigit mengungkapkan Bareskrim Polri selalu berusaha melibatkan pengawas eksternal dalam pengusutan tewasnya 6 Laskar FPI. Bahkan, kata dia, saat menggelar rekonstruksi, Bareskrim juga mengundang pengawas eksternal.

"Dalam ini kami mengundang Komnas HAM, Amnesty International, dari Kontras, Imparsial, dan juga Kompolnas," kata Sigit.

Namun, sayangnya, tak semua pengawas eksternal hadir dalam rekonstruksi itu. Sigit mengungkapkan, saat itu, hanya Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang datang.

"Walaupun yang datang hanya dari Kompolnas," ujarnya.

Kendati demikian, Sigit menekankan pihaknya menghargai independensi pengawas eksternal yang tak menghadiri undangan rekonstruksi. Dia juga menegaskan akan selalu melibatkan pengawasan eksternal dalam kasus tewasnya 6 anggota laskar FPI.

"Namun demikian, kami tetap menghargai independensi dari rekan-rekan pengawas eksternal yang lain dan tentunya di dalam setiap kegiatan," ujarnya.

5. Bareskrim Usut Laporan 'Penyerangan Petugas'

Bareskrim Polri saat ini tengah mengusut laporan penyerangan terhadap petugas. Namun, Bareskrim tetap menerima masukan lain terkait penuntasan insiden tersebut.

"Proses yang kami tangani saat ini terkait adanya laporan penyerangan terhadap petugas," kata Sigit.

Sigit menjelaskan bahwa Bareskrim membuka masukan dari mana pun terkait kasus tewasnya 6 Laskar FPI ini. Lisyo menyebut polisi masih mengakomodir masukan-masukan tersebut.

"Namun demikian, tapi akan mendudukkan dalam posisi yang manakala ada masukan yang lain, yang sebaliknya, tentunya kami akan mengakomodir," ujarnya.

6. Bareskrim Buka Ruang Informasi Baru

Komjen Sigit menegaskan selalu membuka ruang terhadap informasi baru terkait kasus tewasnya 6 Laskar FPI. Kabareskrim mengatakan penyidik akan terus menjaga transparansi dan profesionalisme.

"Kami selalu membuka ruang apabila ada informasi baru ataupun saksi-saksi baru yang memahami dan mengetahui peristiwa yang terjadi untuk kami periksa dan menjadi tambahan di dalam melengkapi penyidikan kami. Kami akan terus menjaga transparansi, menjaga profesionalisme, dan tentunya dalam setiap perkembangannya akan kita rilis pada saat penyidikannya nanti sudah jauh lebih lengkap," kata Sigit.


sumber: detik.com

0 Response to "5 Pernyataan Terbaru Kabareskrim soal Tewasnya 6 Laskar FPI"

Post a comment

Tengah Artikel - in article