Bawah Menu - Res

Tracing Massa HRS Dihalangi, Iwan: Hukumnya Gimana Kalau Warga Menolak Swab Test?




Musisi senior Iwan Fals kembali malayangkan pertanyaan yang menggelitik. Kali ini ia penasaran apakah ada hukuman bagi warga yang menolak dilakukan swab test? 

Pertanyaan menggelitik sang musisi kemungkinan keluar setelah ada kejadian upaya menghalang-halangi untuk melakukan tracing massa HRS dihalang-halangi. 

"iya ya hukumnya gimana ya, klo warga menolak swab test?" tulis Iwan di akun Twitternya @iwanfals, Minggu (22/11/2020).

Cuitan Iwan mendapat tanggapan dari para netizen seperti terpantau netralnews berikut;

@Joker_Usil: Tergantung status orangnya oom, klu statusnya "imam besar", bebas aja sih oom  

@akbarcbv3haqqi: Menolak adalah hak kita. Jika belum ada alasan darurat tidak bisa di pidana kan.

@pudinrusman: Denda 5jt bang.....emang yakin ma hasilnya testnya bang??

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen Doni Monardo mendapat laporan soal tracing atau penelusuran kontak virus Corona massa Habib Rizieq Syihab (HRS) dalam rapat virtual. Petugas di daerah disebut mengalami hambatan saat akan menelusuri kontak.

Menurut keterangan pers dari BNPB, rapat virtual dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Selain itu, satgas di sejumlah kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat dan Banten, serta Kepala Suku Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang ada di Jakarta.

"Laporan peserta rapat menyebutkan, baik yang di Petamburan (Jakarta) maupun di Megamendung (Bogor), petugas kesehatan masih kesulitan untuk melakukan pelacakan. Mereka dihalang-halangi ketika hendak masuk melakukan tracing dan tracking. Diharap, Satgas COVID-19 Pusat, tidak saja memberi tambahan fasilitas swab tetapi juga dukungan agar bisa masuk ke kluster kluster yang dicurigai berpotensi menjadi pusat penularan," tulis keterangan pers BNPB soal laporan peserta rapat.

Letjen Doni Monardo berharap dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat di setiap daerah, termasuk para Ketua RT dan Ketua RW. Sehingga, proses penemuan kasus COVID-19 bisa dengan baik dijalankan.

"Sampaikan bahwa kami akan melakukan test massal, dimulai dari keluarga inti yang positif. Ini bagian dari upaya memutus mata rantai penularan COVID-19. Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Karenanya perlu kerja sama yang baik dan harmonis. Semua harus dilakukan dengan pendekatan humanis," papar Doni.

Doni pun menyebut, tracing kasus bisa dimulai dari Lurah Petamburan, Jakarta Pusat, Setiyanto yang telah dinyatakan positif COVID-19. "Mulailah dengan tracing dari Lurah Petamburan. Selanjutnya tes massal dari keluarga inti semua yang positif," katanya.

Sebelumnya, Doni Monardo mengungkap sejumlah kerumunan massa Habib Rizieq Syihab dinyatakan positif COVID-19. Doni meminta massa yang terlibat kerumunan itu untuk proaktif memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.


sumber: netralnews.com

0 Response to "Tracing Massa HRS Dihalangi, Iwan: Hukumnya Gimana Kalau Warga Menolak Swab Test?"

Post a comment

Tengah Artikel - in article