Bawah Menu - Res

Tengku Zul Ngaku Ceramah di Era Jokowi Susah, Ga Boleh Lagi Ceramah di BUMN




Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, KH Tengku Zulkarnain menilai, ruang penceramah untuk berdakwah semakin sempit. Kini, di masa pemerintahan Jokowi, konten dakwah terlalu dibatasi. Bahkan, kata Tengku Zul, tak jarang sejumlah penceramah diamankan atau ditangkapi lantaran dinilai terlalu keras.

Pada forum diskusi bertajuk ‘UU ITE: Mengancam Kebebasan Berpendapat?’ yang tayang di TVone semalam, Selasa 3 November 2020, Tengku Zul mengatakan, berdakwah di era Presiden Jokowi jauh lebih sulit ketimbang melakukan hal serupa di era presiden-presiden sebelumnya.

“Sekeras-kerasnya zaman orde baru, paling kami cuma dikasih tahu, kamu boleh sekeras apapun, tapi kamu enggak boleh menyinggung pribadi orang, titik. Pemerintah saat itu enggak apa-apa, asalkan betul-betul bertanggung jawab,” ujar Tengku Zul.

“Zaman Habibie, oke saja kami ceramah sekeras apapun. Zaman Gus Dur… wah, lebih enak lagi. Zaman SBY, banyak rekaman-rekaman saya (ceramah) keras. Enggak pernah dipanggil. Bahkan, Pak SBY bilang sering baca tulisan saya dan mengucapkan terima kasih (kepada Tengku Zul) di beberapa pertemuan,” sambungnya.

Sebelumnya, Tengku Zul mengaku sering bicara dan berdakwah di instansi negara. Namun, kini—saat Indonesia berada di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, segalanya langsung berubah. Dia tak bisa lagi berceramah di ruang-ruang milik pemerintah.

“Tapi sekarang ini… di rezim ini, saya ingin kasih tahu ke kalian semua, ke pemirsa, berapa banyak ustaz-ustaz dicoret? Saya sekarang enggak boleh lagi bicara di BUMN-BUMN, padahal presiden-presiden yang dulu membolehkan saya masuk BUMN,” terangnya.

Lebih jauh, Tengku Zul berpendapat, hanya penceramah dari kubu pemerintah saja yang diperbolehkan berdakwah. Sementara penceramah yang acap mengkritik pemerintah dan berada di pihak oposisi, segalanya serba dibatasi. Bahkan, seperti yang telah disinggung di awal, tak sedikit yang ditangkap-tangkapi.

“Bukan cuma saya aja, tapi semua yang dianggap oposisi. Nah, ini yang luar biasa sekali. Hei, kalau hukum pidana oke, ini ustaz ditangkap gara-gara ceramah. Ini ada urusan apa?” tegasnya.

Tengku Zul kritik penerapan UU ITE di era Jokowi

Selain perlakuan terhadap penceramah oposisi, Tengku Zul juga menyoroti penerapan UU ITE di era pemerintahan Jokowi. Pria yang acap mengenakan pakaian serba putih itu melihat, undang-undang tersebut sering dijadikan senjata pemerintah untuk memenjarakan pihak-pihak yang kontra atau tak sejalan dengan mereka.

“Saya ingin sampaikan, bahwa UU ITE ini jangan sampai salah digunakan, dari yang pada mula untuk mengurus administrasi menjadi undang-undang yang mengurus pidana dan dikhususkan kepada orang-orang yang kontra.”

“Kalau pihak lawan (opisisi) dihukum dengan kesalahan A, maka pihak kawan juga harus dihukum yang sama jika melakukan kesalahan serupa. Jangan yang sana ditangkapin, yang sini tidak. Masyarakat kan bisa melihatnya dengan mata telanjang,” kata dia.


sumber: hops.id

0 Response to "Tengku Zul Ngaku Ceramah di Era Jokowi Susah, Ga Boleh Lagi Ceramah di BUMN"

Post a comment

Tengah Artikel - in article