Bawah Menu - Res

Sebut Pemanggilan Anies Baswedan Tidak Wajar, Fadli Zon: Kita Sudah Semakin Jauh dari Demokrasi




Buntut panjang dari rentetan acara yang digelar setelah kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab semakin melebar.

Dari acara Maulid Nabi hingga gelaran pernikahan anak Habib Rizieq berikan dampak yang cukup besar pada setiap pihak yang masuk dalam lingkaran.

Sebagaimana dikabarkan Pikiran-Rakyat.com, beberpa pihak mendapatkan surat klarifikasi dan pemanggilan oleh Mabes Polri, tak hanya itu dua Kepala Polisi Daerah dicopot dari jabatanya.

Kapolri Jenderal Idham Azis akhirnya mengambil tindakan dengan mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat dari jabatannya.

Hal itu dikarenakan keduanya dinilai tak menegakkan protokol kesehatan Covid-19, sehingga diberi sanksi berupa pencopotan jabatan.

Tak hanya itu bahkan pihak kepolisian mengirimkan surat klarifikasi kepada dari KUA, dari Satgas Covid19, biro hukum DKI, Gubernur DKI Anies Baswedan, juga kemudian sejumlah tamu yang hadir, termasuk HRS dan keluarga.

Gubernur Anies Baswedan juga dikabarkan dipanggil Polda Metro Jaya untuk dimintai klarifikasi dirinya terkait dugaan pelanggaran kerumunan masyarakat di daerah Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, massa berkerumun di wilayah Petamburan untuk menghadiri acara Maulid Nabi dan akad nikah putri Rizieq Shihab pada 14 November 2020 lalu.

Pemanggilan Gubernur DKI Jakarta oleh pihak Polda Metro Jaya kemudian menjadi sorotan berbagai pihak, seperti Andi Arief dalam sebuah unggahan di Twitter menyatakan ketidakwajaran yang terjadi.

Bagi Andi Arief dalam posisi politik seharusnya Anies Baswedan dipanggil langsung oleh Menteri Dalam Negeri dan bukan pihak Polda Metro Jaya.

Pernyataan yang hampir serupa pun disampaikan oleh Politikus Fadli Zon, mantan aktivis itu membalas cuitan milik Andi Arief.

Fadli Zon menilai jika pemanggilan Anies Baswedan itu tidak wajar dan sudah menabrak tatanan yang ada.

"Sungguh tak wajar dan menabrak tatanan. Menunjukkan memang kita sudah makin jauh dari demokrasi," ujarnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Twitter @fadlizon yang diunggah pada 17 November 2020.

Tak hanya itu, dalam cuitannya Fadli Zon juga menuliskan jika pemanggilan yang dilakukan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya untuk mempermalukannya, maka itu akan menjadi langkah yang sebaliknya.

"Kalau maksudnya hendak 'mempermalukan' Gubernur @aniesbaswedan, belajarlah, bahwa sebaliknya langkah pemanggilan itu akan jd iklan politik gratis primetime," tutur Fadli Zon dalam cuitannya di Twitter.


sumber: pikiran-rakyat.com

0 Response to "Sebut Pemanggilan Anies Baswedan Tidak Wajar, Fadli Zon: Kita Sudah Semakin Jauh dari Demokrasi"

Post a comment

Tengah Artikel - in article