Bawah Menu - Res

Soal Kejelasan Status Pengendara Harley yang Ancam Tembak Anggota TNI, Begini Respon Dandim




Dalam video yang viral di berbagai kanal medsos, dua pengendara moge yang tergabung dalam Harley Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi, Kota Bandung, itu menendang kepala personel TNI AD yang sudah jatuh. 

Terekam juga ada pengendara Harley yang mengucapkan "saya tembak kamu' yang ditujukan kepada personel TNI AD yang dikeroyok.

Dikonfirmasi mengapa orang yang mengancam staf intelijen Kodim Agam belum menjadi tersangka, Komandan Kodim (Dandim) Agam Letkol Arhanud Yosip Brozti Dadi meminta persoalan itu ditanyakan langsung ke Polresta Bukittingi. 

"Ditanyakan ke Kapolres saja," kata Yosip ketika dikonfirmasi Republika, Sabtu (31/10) malam WIB.

Yosip mengaku, tidak mengenal siapa sosok yang mengancam anak buahnya dalam video yang viral itu. 

"Kalau yang mengancam siapa, saya kurang tahu Pak," ucap abiturem Akademi Militer (Akmil) 2002 ini.

Sebelumnya, Yosip menyebut, dari kesaksian anggotanya yang menjadi korban, yaitu Sersan Dua (Serda) M Yusuf dan Serda Mistari, saat itu keduanya yang juga mengendarai sepeda motor diminta minggir oleh rombongan moge HOG Siliwangi.

 Menurut Yosip, korban sudah minggir sampai melintas dari bahu jalan.

Tetapi, sambung dia, anggota rombongan moge yang bagian belakang masih menyuruh kedua personel TNI AD itu terus ke tepi, hingga terjadi adu mulut yang berujung pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban.

Yosip mendesak polisi agar pelaku pengeroyokan yang telah ditetapkan sebagai tersangka harus diadili sesuai hukum yang berlaku. 

Menurut dia, tak ada warga negara di Indonesia yang kebal hukum.

Polresta Bukittinggi, Sumatra Barat, sudah menetapkan dua tersangka kasus pengeroyokan terhadap personel intelijen Kodim 0304/Agam di di Jalan Simpang Tarok, Yarok Dipo, Kota Bukittinggi pada Jumat (30/10). Kedua orang itu berinisial MS (49 tahun) dan B (18), selaku pengendara motor gede yang tergabung dalam Harley Owners Group (HOG) Siliwangi, yang dijerat Pasal 170 KUHPidana juncto Pasal 351 KUHPidana tentang Penganiayaan.

Kepala Polres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, mengatakan, dua tersangka terbukti melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap dua personel TNI AD, yaitu Sersan Dua (Serda) M Yusuf dan Serda Mistari. 

"Setelah kami terima laporan korban, langsung dilakukan proses hukum, kemudian ditetapkan dua orang sebagai tersangka," kata Dodi ketika dihubungi dari Kota Padang, Sabtu.

Dody menjelaskan, HOG Siliwangi sedang melintasi Kota Bukittinggi dalam rangka touring dari Bandung menuju Sabang, Aceh. 

"Rombongan moge ini rencananya mau ke Sabang," ujar Dody kala dikonfirmasi.

30/10/2020 πŸ• 16.40 WIB terjadi Pemukulan Anggota TNI Unit Intel Kodim 0304/ Agam o/ Rombongan Motor Harley Davidson🀬

Saat dipukuli, Serda Yusuf & Serda Mistari sdh sampaikan bhw mrk Anggota TNI, tp tdk didengar & diancam akan ditembak

cc: @Puspen_TNI

No🚫materai 6000 ya Pa.‼️ pic.twitter.com/2zIais8DjD

— πšπšŽπš–πš˜π™²πšπ™°πš‰πšˆⒾⒹ (@demoSoCRAZY) October 30, 2020

Perwakilan HOG Siliwangi meminta maaf atas insiden yang terjadi dan sempat viral di media massa tersebut. 

Humas HOG Siliwangi Bandung Chapter, Epriyanto mengatakan, pihaknya meminta maaf atas peristiwa yang membuat gaduh masyarakat. 

Selain itu, juga memohon maaf kepada seluruh korban pemukulan oleh anggota HOG SBC.

"Pertama, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas terjadinya kegaduhan atas kejadian tersebut. 

Kedua, kami atas nama HOG SBC, memohon maaf kepada seluruh korban pemukulan yang dilakukan oleh anggota HOG SBC," ujarnya melalui keterangan pers, Sabtu.


sumber: republika.com

0 Response to "Soal Kejelasan Status Pengendara Harley yang Ancam Tembak Anggota TNI, Begini Respon Dandim"

Post a comment

Tengah Artikel - in article