Bawah Menu - Res

Kisah Pilu Suartini, Hidupi 9 Anak dan Tidur Seranjang dengan Istri Kedua Suami




Selain mengurus anak sendiri, Suartini juga harus merawat anak kandung dari istri kedua suaminya. Akhirnya ia harus rela dimadu.

Apalagi saat rumah kontrakannya yang kecil, kini harus ditinggali bersama empat anak kandungnya dan lima anak dari istri kedua. Ditambah, Suartini dipaksa tidur seranjang dengan wanita yang telah merebut suaminya tersebut.

Suartini mengungkapkan getirnya perjalan biduk rumah tangganya bersama Sarlan. Bersama istri kedua dan ketiganya. Simak kisahnya berikut ini.

Terpaksa Dimadu

Sebuah kabar mendadak diterima Suartini. Sang suami tiba-tiba membawa istri keduanya ke rumah kontrakan mereka. Hingga akhirnya Suartini yang tak sanggup membayangkan pertikaian di depan anak-anak, rela dimadu saat itu juga.

Namun mereka harus mencari rumah kontrakan baru. Sebab sang pemilik sebelumnya, tidak mau ada dua istri dalam satu keluarga yang tinggal di rumah kontrakannya.

"Ih mendadak itu ada. Bilangnya, 'Bu, ayah terpaksa menikah. Kalau nggak ya, gimana pasti ada ribut'. Ya sudahlah daripada berantakan ya, ya sudahlah nikahlah," kata Suartini seperti dikutip dari channel YouTube TRANS TV Official.

Istri Kedua Dibuang Keluarga

Ternyata selama ini, Sarlan telah menjalin kasih tanpa seizin Suartini. Mengetahui cinta terlarang tersebut, istri kedua diusir dari rumah oleh keluarganya.

Hingga pihak keluarga istri kedua, pernah mendatangi Suartini untuk meminta maaf. Begitu lapang dan rendah hati, mereka mengikhlaskan takdir tersebut.

"Sudah dibuang sama orang tuanya, kan malu sama keluarga saya. Kira-kira dapat setengah bulan, orang tuanya datang, nyerahin. Bilang minta maaf, bilang ke ibu saya kan. Sudah nggak apa-apa, sudah terima," ujar Suartini.

Seranjang dengan Istri Kedua

Rasa kalut yang sampai saat ini tak sanggup Suartini ungkap dengan kata-kata lagi. Sejak kedatangan istri kedua, mereka harus tidur bersama satu ranjang.


"Waktu itu ya kamarnya belum ada, terpaksa. Perasaan ya gimana ya. Ya nggak bisa dibilang dengan kata-kata apa lagi, pokoknya saya pasrahlah," papar Suartini mengenang sedihnya.

Selalu Mengalah

Demi mencegah keributan di rumah, Suartini selalu mengalah. Apalagi perangai Sarlan yang keras.

"Saya selalu ngalah. Saya selalu ngalah dalam bidang apa pun. Saya selalu ngalah karena dia kan orangnya keras. Kalau keras sama keras kan akhirnya berantem," tukas Suartini.

"Tapi pengorbanan di sini, nggak bisa saya inian, nggak bisa bilang," ucap Suartini terbata bingung menggambarkan kenangan kelamnya.

Merawat 9 Anak

Sekitar empat tahun, Suartini menahan beban hidup merawat sembilan anak, empat anak kandungnya, serta kelima anak dari istri kedua. Saat anak-anaknya cukup dewasa, Suartini memilih untuk hengkang dari rumah tersebut.

Sekian tahun menahan getirnya biduk rumah tangga, terkadang Suartini mengaku refleks memarahi dan memukul anaknya. Saat usianya mulai menua, rasa sesal dan sedih seraya menyelimuti. Ia kerap minta maaf pada anaknya setiap selesai salat.

"Akhirnya saya ini. Aduh anak saya kok disiksa terus, bilangin ke anak-anak saya. Saya reflek mukul. Sekarang saya waktu salat, saya minta maaf ya nak ya, ibu minta maaf suka mukulin," cerita Suartini.

Punya Wanita Simpanan Lain

Hubungan Suartini dengan Sarlan masih saja dipertahankan. Hingga suatu ketika, ia merasa curiga dengan gelagat suaminya yang kian berubah.

Ternyata ia telah memiliki wanita simpanan lain. Sejak adanya istri kedua saja, rasa sayang Sarlan sudah berkurang, apalagi sekarang.

"Sudah ada tiga, tapi belum nikah itu. Tidak tahu disimpan di mana," ungkap Suartini.

Pernikahan Anak Pertama, Suami dengan Istri Ketiga

Kabar bahagia tengah menghampiri Suartini saat mengetahui putri sulungnya hendak menikah. Hari istimewa tersebut digelar di Palembang.

Namun bayangan bahagianya musnah seketika. Lantaran sang suami membawa istri ketiga dari Semarang. Ia meminta sosok baru inilah, yang duduk di samping kursi pelaminan anaknya.

"Langsung bles, ke dalam kepala. Kaya nyut-nyut ini kepala. Aduh ya Allah, bilang. 'Kok anak dia, kan anak ibu, anak Tini yang melahirkan kan? Masa dia?'. Jauh-jauh dari Semarang datang," ungkap kesedihan mendalam Suartini.

Tak Ada Dendam

Meski sudah menerima perlakuan tidak adil dan kurang ajar dari sang suami, Suartini tak pernah menyimpan dendam. Ia lebih mementingkan kondisi anak-anaknya.

"Dendam sih nggak, dendam kan nggak boleh. Daripada nambah dosa. Biarinlah. Saya kan ngelarang nggak, nyuruh juga nggak. Kalau dilarang, nanti berbuat berzina. Kasihan anak-anak juga. Asal jangan ditelantarin anak orang,"

Memilih Menghindar

Ternyata Sarlan diam-diam telah menjalin hubungan dengan wanita lain. Dia memiliki istri keempat. Apalagi kini Sarlan makin suka berjudi dan bermain perempuan. Mengetahui hal itu, Suartini akhirnya memutuskan untuk menghindar. Ia mulai bekerja sebagai perawat bayi di rumah orang lain untuk mencukupi kebutuhan.

"Lepas kaya burung dari sangkar. Bebas, sebebas bebasnya. Mau apa kek nggak ada pikiran lagi. Ya sudahlah. Pokoknya sekarang saya mau nyenengin hati, supaya saya sehat, jangan sakit, mau ngurus badan," ungkap Suartini.

Sempat Tersirat Dendam

Suartini mengakui sebagai manusia biasa, sempat tersirat untuk melakukan hal yang sama. Ia hendak berpacaran dengan pria lain. Tapi ternyata tetap saja tidak sanggup.

"Tadinya ada pengen balas dendam. Ah mau pacaran saja. Kaya udah mau cari yang kedua, eh nggak bisa. Mungkin nggak boleh ya, mungkin mending hidup cukup satu. Laki-laki cukup satu, benar-benar nggak saya," ungkapnya.

Tak Pernah Mengeluh

Sebuah pelajaran baru yang menginspirasi. Meski sudah ditempa dengan terjalnya kehidupan yang cukup tragis, Suartini tak mau mengeluh. Dia memilih untuk mendoakan suaminya tersebut. Jalan bahagianya bersama anak-anak dan hidup sehat.

"Nggak, saya nggak pernah ngeluh. Saya nggak pernah yang 'Aduh, kenapa ya Allah hidup saya'. Nggak. Malah saya berdoa, ya Tuhan ampunilah dosa-dosa suamiku, saya sudah maafkan. Tapi kadang-kadang ya namanya juga manusia, ada sedikit panas, langsung saya usir," papar Suartini.


sumber: merdeka.com

0 Response to "Kisah Pilu Suartini, Hidupi 9 Anak dan Tidur Seranjang dengan Istri Kedua Suami"

Post a comment

Tengah Artikel - in article