Bawah Menu - Res

Ferdinand Hutahaean Heran Istri Edhy Prabowo Dilepas KPK: Tas Hermes Tentu Bukan Edhy Prabowo yang Pakai




Ferdinand Heutahaean terheran-heran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melepaskan istri Edhy Prabowo, Iis Rosita Dewi.

Padahal menurutnya, bukti keterlibatan anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra dalam kasus suap izin ekspor benih lobster itu cukup jelas.

Mantan politisi Partai Demokrat ini lantas menyinggung barang bukti barang mewah tas Hermes yang dibeli di Honolulu.

Apalagi, tidak mungkin juga Edhy Prabowo yang akan memakai tas mewah tersebut.

Hal itu disampaikan Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter pribadinya, Kamis (26/11/2020).

“Tas HERMES ini tentu bukan Edhy Prabowo yang pakai, lantas siapa? cuitnya sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

Besar kemungkinan, tas Hermes itu dipakai oleh Iis Rosita Dewi. Bukan oleh Edhy Prabowo.

“Dugaan saya begitu,” sambungnya.

Hanya saja, ia mengaku tak mengerti kenapa KPK malah melepas lagislator asal Dapil Jawa Barat II itu.
 
“Tapi mengapa @KPK_RI melepaskan IRD istri sang menteri?” heran dia.

Padahal, sejumlah bukti yang didapat lembaga antirasuah itu sudah mengarah pada istri Edhy Prabowo.

Selain tas Hermes, juga adanya aliran uang suap kepada staf pribadi Iis Rosita Dewi.

“Sementara barang bukti menjurus keterlibatannya mulai dari staf pribadi hingga tas hermes?” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango membeberkan, uang suap terkait izin ekspor benih lobster (benur) itu mengalir melalui beberapa orang.

KPK menduga, PT DPPP melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total Rp731.573.564.

Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja.

Nawawi menyebut, uang yang masuk ke rekening PT ACK diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut.

“Selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar, masing-masing dengan total Rp9,8 miliar,” ungkap Nawawi.

Pada 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih.

Ainul Faqih tidak lain adalah staf khusus istri Edhy, Iis Risita Dewi, senilai Rp3,4 miliar.

Uang itu diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo dan istrinya, Syafri, dan Andreu Pribadi Misata.

Uang suap itu diduga kemudian dibelanjakan barang-barang mewah oleh Edhy dan istrinya.

Tepatnya di Honolulu, Amerika Serikat, pada 21-23 November 2020, senilai Rp750 juta.

Barang-barang mewah yang dibeli antara lain jam tangan rolex, tas koper Tumi, Louis Vuitton, jam Jacob n Co, dan tas Koper LV.

Selain itu, pada Mei 2020, Edhy juga diduga menerima sejumlah uang sebesar USD100.000 dari Suharjito melalui Syafri dan Amiril Mukminin.

Sedangkan pada Agustus 2020, Syafri dan Andreu menerima uang dengan total sebesar Rp436 juta dari Ainul Faqih.


sumber: pojoksatu.id

0 Response to "Ferdinand Hutahaean Heran Istri Edhy Prabowo Dilepas KPK: Tas Hermes Tentu Bukan Edhy Prabowo yang Pakai"

Post a comment

Tengah Artikel - in article