Bawah Menu - Res

Diisukan Maju Pilpres, Pengamat: Habib Rizieq Sulit Jadi Presiden, Nggak Bakalan Ada Partai yang Akan Dukung




Pengamat Politik Ujang Komarudin menepis kabar bahwa kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) untuk maju Pilpres 2024.

Ia mengatakan bahwa anggapan publik mengenai hal tersebut salah. Pasalnya, kepulangan Imam Besar FPI itu sebagai warga negara Indonesia (WNI).

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu saat dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Jumat (6/11/2020).


“Nggak ada sangkut pautnya dengan Capres 2024, pulang karena sebagai WNI,” Ujar Ujang.

Kendati begitu, Ujang mengatakan bahwa HRS tak akan mungkin calon pada 2024.

Sebab, lanjut Dosen tetap Universitas Al-Azhar itu, tidak akan ada partai yang akan mengusung HRS, meski ia mempunyai banyak massa.

Apalagi kata Ujang, untuk maju sebagai Presiden itu harus mempunyai suara 20 atau 25 persen di DPR RI.

“Sulit HRS jadi capres, karena tak akan ada partai yang mau dukung. Sedangkan dukungan itu mesti 20% suara kursi di DPR atau 25% suara nasional,” tuturnya.

“Walau banyak yang dukung. Kalau tak ada partai yang usung atau calon kan, jadi gak bisa nyalon,” sambung Ujang. 

Ujang juga tak menampik bahwa kedekatan hubungan HRS dengan PKS sangat mesra. Namun, jika misalnya PKS ingin mengusungkan HRS, hal itu juga tak mungkin terjadi karena tak cukup dengan dukungan satu partai.

“Kalau hanya 1 partai gak cukup. Misalkan PKS. PKS kan kurang lebih hanya 7 %. kalau ada gabungan partai yang mendukung baru bisa,” pungkas Ujang.

Senada dengan Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin mengatakan bahwa HRS tak pernah memiliki niat untuk maju sebagai Presiden pada Pilpres 2024.

Menurut Novel jika HRS maju sebagai calon Presiden sama juga menurunkan elektabilitasnya sebagi tokoh sentral besar umat Islam seluruh dunia.

“Menjadi Capres kelas HRS menjadi turun karena HRS sudah menjadi imam besar umat islam di dunia,” kata Novel.

Sebelumnya, kepulangan HRS juga sempat dikaitkan dengan kabar akan melakukan revolusi setelah sampai di Indonesia pada 10 November 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD pada saat sesi wawancara dengan Cokro TV, Rabu (4/11/2020).

Mahfud membandingkan Rizieq Shihab dengan pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Agung Ruhollah Khomeini yang akrab dipanggil Ayatullah Khomeini.

Habib Rizieq dianggap bukan orang suci seperti Ayatullah Khomeini. Ketika hendak pulang dari pengusiannya di Paris, Khomeini meminta pendukungnya untuk menyambut dan melakukan revolusi.

“Rizieq Shihab itu bukan Khomeini. Kalau Khomeini mau pulang dari Paris menyuruh rakyatnya menyambut karena Khomeini orang suci,” kata Mahfud.


sumber: pojoksatu.id

0 Response to "Diisukan Maju Pilpres, Pengamat: Habib Rizieq Sulit Jadi Presiden, Nggak Bakalan Ada Partai yang Akan Dukung"

Post a comment

Tengah Artikel - in article