Bawah Menu - Res

Anies Baca Buku How Democracy Die, Fahri Hamzah: Orang Jakarta Telmi




Politikus Fahri Hamzah turut angkat bicara terkait potret Gubernur Anies Baswedan yang membaca sebuah buku berjudul How Democracy Die.

Pada 26 Mei 2019 lalu, Fahri sempat mengomentari buku bacaan tersebut dan sebetulnya itu adalah kesimpulan dua guru besar Universitas Harvard Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt. 

Kata Fahri, dua guru besar itu menuturkan bagaimana demokrasi bisa mati oleh kudeta militer atau oleh pemilu yang menaikkan para pemimpin curang.

Menurut Fahri, saat ini orang Jakarta tengah menggunjingkan hal tersebut. Padahal dirinya telah membicarakan sejak awal tahun lalu. 

Mantan anggota DPR ini juga mengatakan, orang Jakarta yang baru meributkan isu tersebut dijuluki Fahri telmi alias telat mikir.

"Orang jakarta lagi ribut ini, Saya dah ribut awal tahun lalu... Orang jakarta telmi...," kata Fahri, dikutip dari cuitannya, Minggu (22/11/2020).

Sebelumnya, Gubernur Anies mengunggah potret dirinya yang sedang membaca How Democracy Die. Mengenakan sarung dan kemeja putih, tindakan Anies membaca buku tersebut tengah menjadi perbincangan.

"Selamat pagi semua. Selamat menikmati Minggu pagi," kata Anies dalam unggahannya.


sumber: netralnews.com

0 Response to "Anies Baca Buku How Democracy Die, Fahri Hamzah: Orang Jakarta Telmi"

Post a comment

Tengah Artikel - in article