Bawah Menu - Res

4 Fakta Aksi Ironis Ormas Borong Lalu Bakar Produk Prancis




Pernyataan kontroversi Presiden Emmanuel Macron soal Islam, tidak hanya memantik demonstrasi sejumlah ormas Islam di Jakarta. Hal ini juga memunculkan seruan boikot produk Prancis.
Seperti yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ormas Gerakan Pemuda Islam (GPI) memprotes Macron dengan memborong produk-produk Prancis di minimarket. Bukan untuk dikonsumsi, namun produk-produk Prancis itu dibeli untuk kemudian dibakar.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa 3 November 2020 siang lalu. Massa GPI mendatangi Indomaret di kawasan Menteng, lalu membeli produk Prancis dan membakarnya.

"Dia beli barang-barang itu di Indomaret, kemudian dibawa keluar dan dibakar," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto saat dihubungi detikcom, Kamis (5/11/2020).

Heru mengatakan ormas tersebut dari kelompok Gerakan Pemuda Islam (GPI). Aksi pembakaran terjadi di posko GPI, Jalan Menteng Raya Nomor 58, Jakarta Pusat.

"Itu kan minimarket sama posnya Menteng 58 nggak jauh," katanya.

Heru tidak memerinci produk apa saja yang dibeli lalu dibakar oleh massa GPI. Ia juga tidak mengetahui berapa banyak produk yang dibeli oleh massa.

"Pokoknya produk-produknya Danone-lah. Totalnya berapa saya nggak tahu, karena pada saat beli di dalam terus keluar, ada satu tumpukan (produk) gitu," jelasnya.

Diborong Lalu Dibakar

Seperti dilansir dari CNN Indonesia TV, Rabu (4/11/2020), peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/11) sore. Para pemuda masuk ke sebuah minimarket, lalu mencari produk-produk asal Prancis.

Beberapa produk yang dibeli antara lain air mineral, susu, hingga pembersih muka. Setelah membayar di kasir, produk itu kemudian dibuang di depan minimarket, ada juga yang dibawa ke markas GPI di Menteng, Jakarta Pusat, dan kemudian dibakar bersama poster bergambar Presiden Macron.

"Hari ini mengungkap kekecewaan terhadap penistaan oleh Presiden Prancis Macron, yaitu akan menarik produk-produk buatan dari Prancis untuk kita ambil, lalu kita musnahkan agar rakyat Indonesia tahu bahwa Prancis tak layak untuk kami," ujar salah satu pemuda saat sweeping di minimarket.

Para pemuda ormas itu juga terlihat membawa poster bertulisan 'Usir Dubes Prancis dari Indonesia'.



Detik-detik Pembakaran Produk Prancis

Polisi mengungkap detik-detik aksi sweeping itu. Dalam keterangannya, Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Gozali Luhulima mengatakan aksi itu terjadi pada Selasa (3/11) lalu dan diikuti 20 orang.

"(Massa) pimpinan Diko Nugraha dan Sofyan," kata Kompol Gozali kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Diawali sekitar Pukul 13.55 WIB, Diko Nugraha bersama massa tiba di sebuah minimarket di Jalan Johar Menteng. Di sana mereka membeli sejumlah produk dari Prancis seperti air mineral, biskuit, dan susu.

Mereka lalu kembali ke Posko GPI di Jalan Menteng Raya Nomor 58. Di sana, mereka membakar produk-produk yang telah dibeli dari minimarket.

Tak hanya berhenti di situ, massa melanjutkan aksinya. Mereka kembali berorasi mengungkap kecamannya terhadap Prancis.

Tak Ada Pidana

Heru mengatakan tidak ada pidana terkait kejadian itu. Heru menyebut tidak ada pengambilan barang secara paksa yang dilakukan ormas tersebut.

"Pidananya nggak ada, dia beli di situ kok. Kecuali dia ambil secara paksa," tambahnya.

Heru mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk protes massa akan pernyataan Presiden Macron. Heru mengatakan, para pemuda tersebut tidak merampas paksa untuk mendapatkan produk tersebut, melainkan membelinya.

Patroli 24 Jam

Polres Jakarta Pusat akan meningkatkan pengamanan di pertokoan dan pusat perbelanjaan seiring ramainya seruan boikot produk Prancis. Polisi akan melakukan patroli 24 jam untuk mengantisipasi adanya sweeping ormas.

"Oh, kalau itu kan kita kalau Indomaret, Alfamart, ada patrolinya. Sudah ada personel kita yang melakukan patroli, ada tim kita yang sehari-hari muter," kata Kombes Heru saat dihubungi detikcom, Kamis (5/11/2020).

Heru mengatakan pihaknya akan berpatroli 24 jam di minimarket dan pusat perbelanjaan. Hal ini untuk mencegah terjadinya tindak pidana yang dilakukan kelompok massa.

Heru menambahkan pihaknya akan menindak tegas jika ormas melakukan sweeping dengan cara merampas paksa produk dari pusat perbelanjaan.

"Oh, kalau dia mengambil dengan paksa, mencuri, tetap harus kita tindak," tegasnya.


sumber: detik.com

0 Response to "4 Fakta Aksi Ironis Ormas Borong Lalu Bakar Produk Prancis"

Post a comment

Tengah Artikel - in article