Bawah Menu - Res

Mimpi Sang Kakek dan Duka Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Sleman




Kecelakaan maut yang merenggut nyawa 4 remaja asal Semarang di Jalan Magelang Km 8 Sendangadi, Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. 
Salah satu kakek korban tewas dalam kecelakaan itu, Kasmidi, mengaku ikhlas atas kematian cucu laki-lakinya Muhammad Rizki Badru Tamam (19). 

Empat hari sebelum kematian cucunya, dia memiliki firasat dan bermimpi gigi bawahnya tanggal. Menurut kepercayaan banyak orang, mimpi itu adalah pertanda akan ada orang yang terdekat kita meninggal dunia. 

"Iya kemarin-kemarin saya bermimpi gigi bawah saya ada yang copot satu, kata istri saya bakalan ada salah anggota keluarga yang meninggal," ujar dia saat ditemui kumparan, Sabtu (3/10). 

Kepergian cucunya itu dinilai sangat mengejutkan. Tak ada yang menyangka sang cucu akan pergi mendahuluinya. Terlebih sikap Tamam biasa saja, bahkan ia sempat meminta kamar tidurnya untuk direnovasi. 

"Iya kamarnya minta dibagusin, hari ini sudah selesai direnovasi eh malah ada kejadian ini," tutur dia. 

Menurut dia, cucunya adalah seorang pekerja keras. Dia juga memiliki kepribadian yang baik dan sayang keluarga. 

"Anaknya rajin kerjanya. Kemarin saja pamit katanya mau piknik ke Jogja," lanjut dia. 

Sementara kerabat korban selamat atas nama Wirangga Arrazi (16) yang enggan disebutkan namanya, mengaku sangat terpukul dengan kejadian nahas ini. Apalagi Wirangga masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. 

"Iya belum sadar sampai sekarang katanya, katanya luka-luka tapi saya tidak tahu pasti," ungkap dia. 

Dia mengaku tidak memiliki firasat apa pun tentang kepergian keponakannya itu.  

"Tidak ada firasat apa pun, Wira juga tidak ngomong atau tidak minta izin pergi ke Jogja," kata dia. 

Dia juga mengaku heran dengan pihak rental mobil karena mengizinkan keponakannya menyewa mobil meskipun tidak memiliki KTP ataupun SIM. 

"Rencana besok kami mau ketemu, saya juga lagi penasaran, kok bisa pihak rental menyewakan mobilnya padahal dari rombongan keponakan saya tidak ada jaminan khusus, tidak ada yang punya SIM juga," tandas dia. 

Diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan mematikan antara mobil Mobilio dengan Xpander di Jalan Magelang KM 8 Sendangadi, Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta pada pukul 06.00 WIB, Sabtu (3/10). Dari kecelakaan tersebut 4 dari 7 penumpang mobil Mobilio tewas.


sumber: kumparan.com

0 Response to "Mimpi Sang Kakek dan Duka Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Sleman"

Post a comment

Tengah Artikel - in article