Bawah Menu - Res

Tertunduk Lesu, Pengakuan Ibu LAS saat Mengetahui Kekejaman Anaknya: Saya Sakit Hati




Maslihah menyampaikan tanggapannya terkait dengan kasus yang membelit anaknya LAS (27).

Diketahui sebelumnya, LAS merupakan pelaku pembunuhan sekaligus mutilasi seorang HRD bernama Rinaldi Harley Wismanu (32) di Apartemen Kalibata City beberapa waktu lalu.

Maslihah mengaku sudah lama tidak mendengar kabar dari anaknya itu.

Sedangkan LAS diketahui meninggalkan rumah untuk berkuliah di Universitas Indonesia (UI).

"Nggak pernah menghubungi, sudah 1,5 tahun lost contact. Dia kuliah di UI, kalau ndak salah tahun 2014 kuliahnya dan ambil jurusan Geografi," kata Maslihah dikutip dari channel YouTube KompasTV, Minggu (20/9/2020).

Maslihah melanjutkan ceritanya, bahkan waktu lebaran di tahun 2020, anak keempatnya ini juga tidak pulang kampung.

Dirinya juga mendapatkan kabar jika sang anak telah menikah secara sirih dengan DAF (26).

Dalam kesempatan tersebut, Maslihah juga menyampaikan isi hatinya soal kasus yang sedang membelit anaknya itu.

"Saya dengarnya dari TV, ya sakit hati lah," ucap Maslihah.

Maslihah menyebut, belum ada petugas yang mendatangi kediamannya.

Selain itu, dirinya mengaku tak bisa bertemu dengan LAS lantaran sedang menderita sakit.

"Saya ndak bisa (ketemu), saya punya sakit di kaki, jantungnya juga. Kalau si bapak juga menangis terus di sawah sejak pagi," tandasnya.

Kronologi Pembunuhan dan Mutilasi di Kalibata City

Penemuan jasad laki-laki yang diketahui beridentitas Rinaldi Harley Wismanu (32) di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan membuat masyarakat heboh.

Sebab, jasad tersebut ditemukan tidak utuh lantaran telah dimutilasi menjadi 11 bagian.

Pelaku pembunuhan dan mutilasi tersebut ialah sepasang kekasih berinisial DAF (26) dan LAS (27).

"Jenazah korban dimutilasi menjadi 11 bagian, kemudian dibungkus tas kresek dan dimasukkan ke koper dan tas ransel," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana saat merilis kasus ini, Kamis (17/9/2020).

Berdasarkan penyelidikan polisi, korban merupakan seorang manajer HRD di perusahaan kontraktor swasta.

Pembunuhan ini bermula ketika korban berkenalan dengan LAS melalui aplikasi Tinder.

Setelah intens berkomunikasi, RHW dan LAS memutuskan untuk bertemu pada Senin (7/9/2020).

Pada Rabu (9/9/2020), keduanya menyewa kamar di apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Kamar itu disewa selama tiga hari hingga Sabtu (12/9/2020).

"Saat masuk kamar di tanggal 9 September, ternyata DAF sudah lebih dulu masuk. Dia bersembunyi di kamar mandi," ujar Nana.

Ketika korban dan LAS sedang berhubungan intim, DAF keluar dari tempat persembunyiannya.

DAF langsung menghampiri LAS dan memukul kepala bagian belakang korban menggunakan batu bata sebanyak tiga kali.

Selain itu, jelas Nana, DAF juga melakukan tujuh tusukan kepada RHW hingga korban meninggal dunia.

Di hari dan lokasi yang sama, jenazah RHW dimutilasi menggunakan gergaji dan sebilah golok.

Pada Sabtu (12/9/2020), potongan tubuh korban yang dibungkus plastik kresek dan dimasukkan ke koper dibawa ke Apartemen Kalibata City.

Itu adalah hari di mana keluarga korban melapor ke Polda Metro Jaya terkait orang hilang.

Empat hari kemudian, jenazah korban yang sudah dimutilasi ditemukan di sebuah kamar di lantai 16 Tower Ebony.

Motif ingin kuasai harta korban

Berdasarkan pemeriksaan, kedua pelaku ingin menguasai harta korban.        

“Pelaku ini mengetahui kalau korban ini memiliki finansial lebih, dianggap orang berada,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana saat jumpa pers yang disiarkan secara daring, Kamis (17/9/2020).

Pembunuhan dan mutilasi korban dilakukan di salah satu unit apartemen kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat pada 9 September 2020.

Setelah itu, potongan tubuh korban dibawa ke apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Saat itu, kedua pelaku merencanakan untuk menguras harta dan membunuh korban.

“Mereka melakukan mutilasi dengan menjadi 11 bagian."

"Ini saya rasa satu perbuatan yang sangat keji,” kata Nana Sudjana.

Apartemen itu sebelumnya disewa kedua pelaku untuk menyembunyikan jasad korban sebelum dikubur di salah satu rumah Kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

"Jadi rencana oleh pelaku, mereka nyewa rumah di Cimanggis mereka telah menggali dan akan mengubur korban di rumah itu. Tapi belum dilakukan karena sudah tertangkap lebih dahulu," ujar Nana.

LAS yang memiliki kedekatan dengan korban mulai melancarkan rencana yang disepakati bersama DAF.

LAS menguras rekening senilai Rp 97 juta yang diambil lewat ATM korban.

"Ini kemungkinan tersangka (LAS) sudah dikasih tau (pin ATM) oleh korban," kata Nana.

Menurut Nana, uang tersebut digunakan pelaku untuk menyewa satu unit kamar apartemen dan rumah yang rencananya untuk mengubur korban di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Uang tersebut juga sudah digunakan pelaku untuk membeli barang berharga lainnya.

"Ada 11 emas antam kurang lebih totalnya 11,5 gram, dua laptop, jam tangan perhiasan dan motor N-Max," katanya.


sumber: tribunnews.com

0 Response to "Tertunduk Lesu, Pengakuan Ibu LAS saat Mengetahui Kekejaman Anaknya: Saya Sakit Hati"

Post a comment

Tengah Artikel - in article