Bawah Menu - Res

Sekelumit Kisah Fajri Pemutilasi: Diminta Pergi dari Kampung, Dikejar Penagih Utang




Djumadil Al Fajri (26), tersangka kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (32) memiliki sekelumit persoalan di kehidupannya sehari-hari. Selain kisah asmaranya dengan Laeli Atik Supriyatin (27), yang juga tersangka di kasus mutilasi, Fajri memiliki sejumlah persoalan ekonomi.

Fajri diketahui beralamat di RT 02 RW 12 Kebagusan Kecil, Pasar Minggu, Jaksel. Ketua RT setempat, Amrullah menyebut, Fajri sudah lama tak pulang ke rumah yang ditempati oleh kakek-neneknya.

Namun sekitar 2 bulan yang lalu, Fajri datang dan membawa kekasihnya, Laeli. Padahal, Fajri diketahui warga belum menikah lagi setelah bercerai dari istrinya.

"Dua bulan terakhir itu ada itu, ada dengan perempuan yang itu, dia dibawa ke situ, ke rumah kakeknya. Kan sempat kasak-kusuk di lingkungan, Fajri kok itu bukan bininya, karena kan itu ceweknya, itu bukan istrinya. Tetangga kan tahunya Bunga. Jadilah laporan ke saya," kata Amrullah saat ditemui detikcom di rumahnya, Jumat (18/9/2020) malam.

Warga sedikit terusik lantaran Fajri menginapkan Laeli di rumah tersebut. Amrullah pun mengaku sempat meminta sejoli itu pergi dari lingkungannya karena tak bisa membuktikan bahwa mereka sepasang suami-istri.

"Untuk sekarang silakan tinggalkan kampung saya. Kita bukannya ngusir ya, saya bilang gitu. Nanti, kalau sudah menikah secara agamalah, ada surat, tanda tangan, sertifikatnya, saya cek ya, monggo silakan dibawa pulang," lanjutnya.

Tidak hanya itu, Fajri juga diketahui memiliki persoalan ekonomi. Ketua RT menyebut, Fajri sering dicari-cari orang yang menagih utang hingga leasing karena masalah tunggakan motor.

"Sempat ada leasing datang kemarin. Ada sempat leasing konfirmasi '(mau ke) Fajri, mau ambil motor Pak tapi motornya di Tanggerang'," ungkap Amrullah.

"Saya bilang 'oh iya benar ini warga saya, tapi saya sarankan ya Mas jangan di-acc' karena kan saya tahu latarnya. Sebelumnya banyak orang yang nyariin masalah utang piutang nggak beres gitu, maksudnya banyak yang nagih lah," imbuhnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut, Fajri dan Laeli adalah pengangguran. Faktor kebutuhan ekonomi diduga kuat menjadi motif yang melatarbelakangi keduanya untuk merampok hingga menghabisi nyawa korban.

"Mereka menganggur dan ini menjadi motif dalam hal ini ekonomi," kata Yusri di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2020) malam.

Ditambah situasi pandemi, membuat Fajri kian kesulitan dalam perekonomian. Fajri sendiri bekerja sebagai tukang ojek.

"Situasi pandemi dia menganggur dan berkenalan dengan tersangka DAF, tukang ojek," imbuh Yusri.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya pada Kamis (17/9/2020) juga mengungkap, bahwa kedua tersangka melakukan pembunuhan tersebut untuk menguasai harta korban. Total uang korban sebesar Rp 97 juta dikuras habis oleh kedua tersangka.

Kedua tersangka diringkus tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kompol Handik Zusen, AKP Noor Marghantara, AKP Mugia Yarry Junanda, AKP Widi Irawan, Iptu Charles Bagaisar dan Iptu Sigit Santoso, di rumah kontrakannya di Perumahan Permata Cimanggis, Jl Raya Rapos, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Depok pada Rabu (16/9/2020).

Keduanya ditangkap atas kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Rinaldi Harley Wismanu. Kedua tersangka memutilasi korban menjadi 11 potongan untuk menghilangkan jejak kriminalnya.


sumber: detik.com

0 Response to "Sekelumit Kisah Fajri Pemutilasi: Diminta Pergi dari Kampung, Dikejar Penagih Utang"

Post a comment

Tengah Artikel - in article