Bawah Menu - Res

Para Ahli Bingung, Kemiskinan di Afsel Berkaitan dengan Rendahnya Kematian Covid-19




Hubungan atara kemiskinan, kepadatan penduduk, dan tingkat infeksi serta kematian yang sangat rendah di Afrika Selatan, kini menjadi sebuah tanda tanya. Negara yang sedang bangkit dari gelombang pertama infeksi Covid-19 ini, membuat sebuah misteri yang membingungkan para ahli.

Selama berbulan-bulan para ahli kesehatan telah memperingatkan bahwa, kondisi kehidupan masyarakat perkotaan di seluruh Afrika kemungkinan besar berkontribusi pada penyebaran virus corona dengan cepat. Namun kenyataannya, tingkat kematian akibat COVID-19 di Afrika Selatan menjadi tujuh kali lebih rendah dibanding dengan Inggris.

“Saya pikir kita sedang menuju bencana, kehancuran total,” kata Profesor Shabir Madhi ahli virus Afrika Selatan, dikutip dari BBC News, Kamis (03/09).

Bahkan prediksi paling optimis yang menunjukkan bahwa rumah sakit negara dan sistem kesehatan akan kewalahan, tidak benar adanya.

Afrika Selatan telah berkinerja dengan baik seperti halnya benua lain, di mana tempat tidur rumah sakit kosong, serta grafik infeksi hampir seluruhnya menghindari puncak yang diucapkan.

“Sebagian besar negara Afrika tidak memiliki puncak, saya tidak mengerti kenapa, saya benar-benar berada di laut,” kata Prof Karim, penyiar utama tanggapan pandemi Afrika Selatan.

“Ini adalah teka-teki, ini benar-benar tidak bisa dipercaya,” tambah Profesor Madhi menyetujui.

Sementara itu, para ahli mengutip populasi muda sebagai penjelasan terbaik untuk tingkat infeksi yang relatif rendah tersebut. Usia rata-rata di benua itu setengah dari usia di Eropa, dan lebih sedikit orang yang hidup di usia 80-an, sehingga kecil kemungkinannya.

“Usia bukanlah faktor besar, penguncian awal dan agresif di sini serta di benua lain jelas memainkan peran penting, pesan yang jelas tentang masker dan penyediaan pasokan oksigen juga penting,” ujar Prof Karim.


sumber: merdeka.com

0 Response to "Para Ahli Bingung, Kemiskinan di Afsel Berkaitan dengan Rendahnya Kematian Covid-19"

Post a comment

Tengah Artikel - in article