Bawah Menu - Res

Pangdam Ungkap Brutalnya Penganiayaan di Ciracas: Ada Warga Dipukul Lalu Dilindas




Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman mengatakan ada 23 korban penganiayaan fisik terkait kasus penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Dudung mengungkapkan detik-detik mereka diserang hingga tidak berdaya.

"Dari hasil rekapitulasi, jumlah pengaduan korban penganiayaan fisik ada 23 orang. Ini berupa penganiayaan, pembacokan, kemudian pemukulan. Kemudian ada penusukan, dan ada juga masyarakat yang sudah dipukul, kemudian sudah terkapar masih dilindas juga pakai motor," ujar Dudung saat konferensi pers, Rabu (9/9/2020).

Dudung juga mengatakan 109 orang mengalami kerugian materil. Mereka yang mengalami kerugian itu ada dari pihak kepolisian karena beberapa pos polisi diserang dan ada juga dari kalangan masyarakat.

"Selanjutnya kerugian materil ada 109 orang dari 109 orang, ada 13 orang mengalami penganiayaan dan kerugian materil, salah satu contoh sudah dipukul dan motornya dirusak," ungkapnya.

"Ada materil kaca pedagang dipecahkan, kemudian ada juga makanan-makanan yang diambil, bahkan ada gerobak bakso yang digulingkan," imbuhnya.

Dia menyebut masyarakat yang menjadi korban penyerangan itu dari masyarakat yang di pertigaan pertigaan lampu merah Arundina hingga Polsek Ciracas.

"Disepanjang Arunbina sampai Polsek Ciracas banyak masyarakat terkena imbas, ada pemukulan dan keruskaan materil. Ada juga kendaraan roda 2 dan 4 yang dibakar," pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui TNI AD sudah membayar kerugian kepada masyarakat. Total kerugian yang dibayarkan Rp 596 juta, data ini dikumpulkan per 7 September 2020.


sumber: detik.com

0 Response to "Pangdam Ungkap Brutalnya Penganiayaan di Ciracas: Ada Warga Dipukul Lalu Dilindas"

Post a comment

Tengah Artikel - in article