Bawah Menu - Res

Ini Pengakuan Pencoret Musala 'Saya Kafir' di Tangerang




Pencoret musala "Saya Kafir' di Tangerang inisial S masih berumur 18 tahun. Rumahnya tidak jauh dari Musala Darussalam di Perumahan Villa Tangerang Elok Kelurahan Kuta Jaya, Pasar Kemis yang ia coret-coret dan menimbulkan banyak reaksi.

S saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Tangerang. Dari foto yang didapat detikcom, pemuda ini mengenakan kacamata dan memiliki perawakan kurus. Saat diperiksa ia mengenakan kaos hijau pekat dan duduk santai di sofa.

Ia terlihat merangkul bantalan sofa saat masih diperiksa. Pria berkacamata ini terlihat santai sambil memandang ke arah depan.

"Pelaku atas inisial S, 18 tahun, diamankan di rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari musala," kata Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ari Syam Indradi, Selasa (29/9) kemarin.

Ia mengakui perbuatannya aksi vandalisme yang dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB dan pelaku langsung ditangkap pukul 19.00 WIB.

Sebelumnya, video aksi vandalisme dan Al Quran dirobek di salah satu musala di Kabupaten Tangerang, Banten viral di media sosial. Terlihat musala dicoret menggunakan cat pilok di bagian tembok, lantai serta ada Al Quran yang terlihat sobek di lantai.

Video tersebut berdurasi kurang lebih satu menit. Ada seseorang yang bicara di video itu yang mengatakan bahwa musala ini semua dicoret-coret. Pihak yang mengetahui awal adalah seorang bernama Wawan.

"Ya ini musala kita nggak tahu dari jam berapa, semuanya dicoret-coret. Awal masuk itu Wawan. Wawan masuk ke sini sudah dengan kondisi sudah dicoret-coret," bunyi video yang dikutip detikcom.(detik.com)

Mahasiswa Pelaku Vandalisme di Musola Tangerang Ngaku Belajar Agama di YouTube

-Satrio 18 tahun pelaku vandalisme di Musola Darussalam, Perumahan Villa Tangerang Elok Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, merupakan mahasiswa semester 1 jurusan psikologi di sebuah universitas swasta di Jakarta.

Kepala bidang Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Edy Sumardi menyebutkan Satrio merupakan seorang muslim dan tinggal berjarak 50 meter dari mushola yang dicorat-coret itu.

"Pelaku sehat, belajar ilmu agama dari YouTube dan meyakini apa yang dia lakukan benar," kata Edy kepada Tempo Rabu 30 September 2020.

Aksi vandalisme dilakukan Satrio di musola Darus Salam pada Selasa sore 29 September 2020.

Satrio ditangkap pada pukul 19.30 tidak kurang dari empat jam setelah melancarkan aksinya mencorat-coret dinding tembok dan lantai tempat ibadah itu.

Diantaranya dia menulis dengan pilox hitam bernada SARA seperti; saya kafir, anti Islam, anti khilafiyah, tidak ridho'.

Aksi Satrio diketahui saat seorang warga bernama Rifki Hermawan (18) hendak adzan Ashar dan mendapati mushola sudah dalam kondisi acak-acakan.

Selain corat-coret di dinding dan lantai, Rizki menemukan Al Quran disobek dan sajadah digunting.

Karena kondisi seperti itu Rizki mengurungkan azan dan melaporkan kepada Samsu Firman (49) dan Suhadi (48). Bertiga kemudian mengamankan barang bukti, tak berapa lama petugas Polsek Pasar Kemis datang, kemudian mushola dibersihkan sehingga sholat Magrib bisa dilaksanakan.

Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Ade Ary Syam Indardi menyatakan masih memeriksa secara intensif. "Motif masih kami dalami,"kata Ade Ary.

Satrio kini ditahan di Polresta Tangerang di Tigaraksa. Kasus ini ditangani Polresta Tangerang.


sumber: tempo.co

0 Response to "Ini Pengakuan Pencoret Musala 'Saya Kafir' di Tangerang"

Post a comment

Tengah Artikel - in article