Bawah Menu - Res

Gara-gara Dukung Gibran, Fahri sampai Debat dengan Said Didu dan Nantang Begini




Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah, menjelaskan alasan partainya mendukung putra dan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kontestasi Pilkada 2020.

Ia berpendapat bahwa keluarga presiden, seperti Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo, dan Bobby Nasution di Pilkada Medan adalah sebuah demokrasi, dan bukan dinasti lokal. 

“Memang ada perbedaanya karena istilah #DinastiLokal yang saya maksud adalah kekuatan lokal yang memerintah pra republik lahir,” tulisnya dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Senin (21/9/2020).

Menurut dia, Pilkada bukan merupakan dinasti kekuasaan bukan diwariskan melainkan menganut sistem kalah dan menang.

“Dalam tradisi dinasti, pewaris kerajaan tidak mengambil risiko kalah menang. Dalam pilkada, peserta pilkada punya peluang kalah dan menang. Calon mengambil risiko. Tapi biar saja orang mengambil risiko. Anak Pak Jokowi dan anak Pak Maruf mengambil risiko. Bagus dong,” jelasnya.

“Begini, semua partai berkoalisi dengan PDIP. Semua partai mendukung anak presiden atau anak wakil presiden. Semua partai mencalonkan istri dan anak mantan bupati dan wlikota. Karena mereka menganggap ini #DemokrasiLokal bukan #DinastiLokal,” sambung Fahri.

Balas Fahri, ia pun membuka diskusi dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

“Ayo kita uji pikiran kira bang: 1. Adakah proses yang murni? 2. Betulkah incumbent tidak menggunakan pengaruh dalam 270 pilkada sekarang? 3. Ini terlepas dari nama orang tertentu. Teori aja, bagaimana menurut abang?” tanyanya.

Kontan saja, cuitan Fahri disamber deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Said Didu.

“Mention orang bodoh. Dinasti adalah kekuasaan berdasarkan keturunan. Kekuasaan dapat diperoleh lawan penunjukan atau pemilihan. Mohon jangan campuradukkan antara pengertian dengan proses. Pemilihan keturunan atau keluarga penguasa dapat dipastikan akan memanfaatkan pengaruh kekuasaan,” tulis Said Didu. 


sumber: wartaekonomi.co.id

0 Response to "Gara-gara Dukung Gibran, Fahri sampai Debat dengan Said Didu dan Nantang Begini"

Post a comment

Tengah Artikel - in article