Bawah Menu - Res

Drama Penangkapan Pelaku Mutilasi Kalibata City, Tetangga: Sampai Naik Genting




Penangkapan tersangka kasus mutilasi Kalibata City Laeli Atik Supriyatin dan Djumadil Al Fajri berlangsung dramatis di rumah kontrakannya di Perumahan Permata Cimanggis, Kelurahan Cimpaeun, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan salah seorang warga setempat, Arnet, 29 tahun. Ia mengatakan, saat dilakukan penangkapan, kedua tersangka sempat memanjat genting untuk menghindari kejaran petugas kepolisian.

“Sempet manjat genteng mereka, si cowo cuma pake handuk,” kata Arnet ditemui Tempo, Jumat 18 September 2020.

Arnet mengatakan, ia dan tetangga sekitar pun sempat mengira, proses penangkapan tersebut sebagai aksi perampokan gangster.

“Dikira gangster, soalnya mobil pada parkir sembarangan, ada kali sekitar empat mobil,” kata Arnet.

Meski berlangsung dramatis, Arnet mengatakan, tak ada suara letusan senjata saat polisi melakukan penangkapan. “Nggak ada sama sekali suara tembakan, tapi emang petugas pada bawa senjata,” kata Arnet.

Arnet mengatakan, kedua tersangka segera turun saat melihat petugas telah mengepung area komplek dan rumah kontrakannya di Kota Depok tersebut.

“Tersangka turun aja tuh pas polisi teriak suruh turun,” kata Arnet.

Arnet pun melihat jelas saat para tersangka dibawa dalam keadaan mulus alias tidak ada luka tembak pada bagia tubuhnya. “Bersih, orang tersangkanya masih jalan tegap,” kata Arnet.

Sebelumnya, kedua tersangka ini mengontrak rumah di komplek tersebut tak berapa lama sebelum penangkapan.

“Mereka tuh dateng Rabu, 16 September 2020 pagi, terus sorenya sekitar pukul 16.09 ketangkep, jadi nggak lama dia disini,” kata Arnet.

Tersangka berniat untuk menghilangkan jejak kriminalnya dengan mengubur potongan tubuh Rinaldy Harley Wismanu, 32 tahun, di rumah tersebut.

Menurut pengakuan para tetangganya, Arnet mengatakan, tersangka sudah sempat menggali tanah yang akan digunakan untuk mengubur korban.

“Udah digali katanya, di belakang rumah dekat dapur,” kata Arnet.

Namun, Tempo sulit untuk mengakses rumah kontrakan Blok F3 no 38 tersebut. Pasalnya, rumah tersebut dalam keadaan terkunci.

Ketua lingkungan setempat pun enggan dikonfirmasi terkait kejadian itu.

Sebelumnya, Laeli Atik Supriyatin alias LAS dan Djumadil Al Fajri alias DAF ditangkap polisi karena terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap seorang karyawan swasta bernama Rinaldy Harley Wismanu, 32 tahun. Tak cuma dibunuh, keduanya bahkan memutilasi mayat korban menjadi 11 bagian.

Kepada polisi, kedua tersangka mengaku membunuh Rinaldi di salah satu apartemen di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat pada 9 September 2020. Awalnya, korban mengenal Laeli dari sebuah aplikasi kencan online, yaitu Tinder.

Setelah melakukan komunikasi daring, keduanya sepakat bertemu di apartemen itu. Kedua tersangka sebelumnya telah menyewa apartemen selama 6 hari, dari 7 hingga 12 september 2020.

Saat Rinaldi dan Laeli masuk ke apartemen tersebut pada 9 September 2020, tersangka Fajri ternyata sudah berada di dalam dan bersembunyi di kamar mandi. Usai Rinaldi dan Laeli ngobrol dan berhubungan badan, Fajri memukul kepala korban sebanyak tiga kali menggunakan batu. Dia juga menusuk Rinaldi sebanyak 7 kali.

Mutilasi dilakukan setelah kedua tersangka belanja golok dan gergaji. Mereka memotong korban menjadi 11 bagian dan disimpan dalam kantong kresek. Setelah itu, potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam koper dan ransel. Kedua tersangka lantas memindahkan potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City. Uang korban dalam rekening kemudian dikuras oleh kedua tersangka.

Keduanya kemudian ditangkap polisi di Perumahan Permata Cimanggis, Depok pada Rabu, 16 September 2020. Polisi melacak mereka setelah menggunakan uang hasil kejahatan tersebut untuk berbelanja emas, motor, dan menyewa rumah.

Polisi menjerat kedua tersangka mutilasi Kalibata City dengan Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Keduanya terancam dihukum maksimal dengan pidana mati atau penjara seumur hidup.


sumber: tempo.co

0 Response to "Drama Penangkapan Pelaku Mutilasi Kalibata City, Tetangga: Sampai Naik Genting"

Post a comment

Tengah Artikel - in article