Bawah Menu - Res

Sebelum Melakukan Penembakan di Kelapa Gading, Eksekutor Sempat Bertanya soal Bayaran: Uangnya Halal?




Eksekutor penembakan Sugianto (51), bos pengusaha pelayaran di Kelapa Gading, Dikky Mahfud (50) diberi uang sebesar Rp 200 juta usai mengeksekusi korban. Dikky sempat mempertanyakan halal-tidaknya uang itu kepada tersangka Ruhiman (42), suami siri tersangka utama Nur Luthfiah (37).

Hal ini terungkap dalam adegan rekonstruksi yang digelar di Polda Metro Jaya, Selasa (25/8/2020). Rekonstruksi dipimpin oleh Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen, Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Noor Marghantara dan Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Herman Edco Simbolon.

Dalam rekonstruksi itu, para tersangka Dikky Mahfud, Syahrul (58), Rosidi (52), Ir Arbain Junaedi (56), dan Dedi Wahyudi (45) serta Ruhiman memperagakan adegan pertemuan pascapenembakan di rumah Ruhiman. Di situ, Ruhiman memberikan uang Rp 100 juta kepada Dikky Mahfud.

"Tersangka Ruhiman, Junaedi, Rosidi, Syahrul, Mahfud, Dedi kumpul. Adegan 34 B. Di depan semua tersangka, tersangka Maman memberikan Rp 100 juta ke Mahfud," kata Kanit IV Resmob AKP Noor Maghantara membacakan adegan pada rekonstruksi.

Pada saat itu, Dikky Mahfud sempat mempertanyakan halal-tidaknya uang yang diberikan Ruhiman. Ruhiman pun menyebut uang itu halal.

"Adegan 34 C. Tersangka Mahfud menanyakan ke tersangka Ruhiman, 'halal nggak ini? Kalau nggak halal saya nggak terima," ujar Noor menirukan ucapan Dikky Mahfud.

"Maman bilang 'halal dan kekurangannya akan diberikan saudara Junaedi," sambung Noor.

Di lokasi yang sama, Ir Arbain Junaedi pun juga menyerahkan uang Rp 100 juta kepada Dikky Mahfud. Sehingga total uang yang diterima Dikky Mahfud sebesar Rp 200 juta.

"Adegan 34 D. Junaedi menyerahkan tambahan uang Rp 100 juta ke Mahfud. Jadi uang yang diterima Mahfud 200 juta," imbuh Noor.

Uang itu kemudian dibagikan oleh tersangka Dikky Mahfud ke tersangka Syahrul dan tersangka lainnya.

Seperti diketahui, penembakan maut terjadi di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8) pukul 12.00 WIB. Korban Sugianto saat itu hendak pulang ke rumahnya untuk makan siang.

Tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara pun menangkap para pelaku penembakan di Kelapa Gading di Surabaya,, atim; Cibubur Jaktim dan Lampung. Total ada 12 pelaku yang ditangkap terkait kasus tersebut.

Dua belas tersangka itu adalah Nur Luthfiah (34), Ruhiman (42), Dikky Mahfud (50), Syahrul (58), Rosidi (52), Mohammad Rivai (25), Dedi Wahyudi (45), Ir Arbain Junaedi (56), Sodikin (20), Raden Sarmada (45), Suprayitno (57), dan Totok Hariyanto (64).

Pembunuhan ini diotaki oleh Nur Luthfiah yang merupakan karyawati korban. Nur Luthfiah mengaku membunuh korban karena merasa dilecehkan oleh korban. Tidak hanya itu Nur Luthfiah pun mengaku bahwa dia ketakutan lantaran diancam korban dilaporkan ke polisi karena menggelapkan pajak perusahaan, sehingga muncul niat untuk menghabisi korban.


sumber: detik.com

0 Response to "Sebelum Melakukan Penembakan di Kelapa Gading, Eksekutor Sempat Bertanya soal Bayaran: Uangnya Halal?"

Post a comment

Tengah Artikel - in article