Bawah Menu - Res

Megawati Heran Banyak Pihak yang Ingin Menjatuhkan Presiden: Lah kok Bisa Minta Pak Jokowi Mundur?




Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri merasa heran kepada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari pemerintahan hasil pemilihan langsung oleh rakyat.

"Banyak orang tidak suka pemerintahan sekarang, padahal pemerintah ini (dipilih) Langsung, bukan dulu oleh MPR," ujar Megawati saat pengumuman pasangan calon kepala daerah gelombang IV secara virtual, Jumat (28/8/2020).

"Tolong diingat, lah kok bisa minta Pak Jokowi mundur," sambung Megawati.

Menurut Megawati, Presiden Jokowi saat Pilpres 2014 dan 2019 diusung PDI Perjuangan dan juga merupakan kader partai berlambang kepala banteng moncong putih.

"Dari awal kami usung dia, ada pengusung, ada pendukung. Tapi kadang sering dibaurkan, padahal salah, kami pengusung," ucap Megawati.

Megawati pun menyebut dukungan rakyat di Pemilu harus menjadi tanggung jawab bagi para kepala daerah PDIP yang terpilih.

"Saya tidak pernah berikan kepercayaan pribadi, saya sudah berikan ke calon. Lalu calon ini sudah mulai berpikir, kalian dipilih rakyat. Lalu hanya keasyikan sebagai pribadi, saya bupati ini, wali kota ini, tidak jelas programnya apa, nyuruh sana sini. Seluruh program itu harusnya diberikan ke rakyat," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Megawati Soekarnoputri membantah pandangan yang menyatakan partainya kesulitan menentukan pasangan calon kepala daerah Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Sekarang banyak orang, media, yang istilahnya menggoreng bahwa sepertinya sulit sekali yang namanya mencari calon untuk Surabaya," kata Megawati.

Megawati menegaskan, DPP PDIP tidak mengalami kesulitan dalam menentukan calon kepala daerah Kota Surabaya pengganti Tri Rismaharini.

"Semua itu pasti akan ada calonnya, kami PDIP bukan sebuah partai yang tidak membuat solusi. Semuanya akan diselesaikan tepat waktu," papar Megawati.

Diketahui untuk Pilkada Surabaya, delapan partai politik telah melabuhkan dukungannya kepada mantan Kapolda Jawa Timur Machfud Arifin untuk maju sebagai wali kota Surabaya pada Pilkada 2020.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, menyatakan pihaknya akan mengutamakan kader internal untuk diusung sebagai calon kepala daerah Kota Surabaya.

"Terkait dengan Kota Surabaya dalam perspektif ideal, partai terus mendorong kader internalnya sebagai skala prioritas untuk dicalonkan dan itulah tujuan berpartai," kata Hasto.

Hasto juga mengatakan bahwa yang akan diusung PDIP adalah perpaduan antara kader internal dan non kader di Pilwalkot Surabaya.

"Yang pasti adalah perpaduan antara internal-eksternal atau eksternal-internal. Itu yang sudah kami sudah lakukan dan keputusan sudah diambil dan tinggal menunggu momentum tepat untuk hal tersebut," tandas Hasto.

Sejumlah nama tengah digodok di DPP PDIP, yang menguat kini adalah wakil walikota Whisnu Sakti Buana yang juga kader PDI Perjuangan.

Megawati Soekarnoputri juga mengaku tak pernah ke luar rumah selama enam bulan.

Megawati mengatakan selama pandemi Covid-19 orang sekelilingnya, terutama sang putri, Puan Maharani, melarangnya ke luar dan untuk tetap di kediaman. Sehingga rapat-rapat dipimpinnya secara virtual.

"Saya sudah di-lockdown oleh putri saya, Mbak Puan, paling cerewet meskipun ketua DPR, tetapi cerewetnya setengah mati," ujar Megawati.

Ia bercerita selama enam bulan itu, kegiatannya tetap padat. Terutama kegiatan yang berlangsung secara virtual.

"Saya ini setengah tahun tidak pernah ke luar rumah sama sekali. Jadi hanya begini webinar. Tetapi dengan webinar kesibukan saya tidak berkurang," ujar Megawati.

Megawati mengaku prihatin atas korban jiwa yang tidak bisa diselamatkan akibat penyakit menular itu.

Ia menginstruksikan kadernya untuk mengajak masyarakat berdisiplin tentang protokol kesehatan Covid-19.

"Jangan kalian pikir saya tidak pakai masker, masker saya kecil kebetulan saya dapat dari teman saya dari luar yang memberikan sehingga saya sebetul-betulnya bermasker," tutur Megawati.

Megawati meminta agar masyarakat memahami Covid-19 yang menyerang-paru-paru itu untuk memahami bagaimana perlu menjaga kelestarian hutan sebagai 'paru-paru dunia'.

"Jadi paru-paru inilah alat nafas kita. Jadi kalau paru-paru ada persoalan ya itulah sampai banyak dari mereka yang terkena covid-19 itu tidak bisa diselamatkan," kata Megawati.

Baca: Deklarator KAMI Jawab Sindiran Megawati Emang Kepingin Jadi Presiden Nggak Boleh?

Dalam kesempatan ini, Megawati mengumumkan tema HUT PDI Perjuangan pada 10 Januari mendatang yang bertepatan juga dengan hari Tanam Pohon Sedunia.

Megawati berharap vaksin Covid-19 dapat cepat didistribusikan dan mampu menyembuhkan masyarakat Indonesia.

"Insya Allah dari pengumuman pemerintah kita mendapat pertolongan vaksin dari luar, tetapi tentunya kalau dilihat harus kita sendiri berupaya harus bisa mengalahkan menjalarnya Covid-19 ini," ucap Megawati.


sumber: tribunnews.com

0 Response to "Megawati Heran Banyak Pihak yang Ingin Menjatuhkan Presiden: Lah kok Bisa Minta Pak Jokowi Mundur?"

Post a comment

Tengah Artikel - in article