Bawah Menu - Res

Klarifikasi Anggota FPI yang Terlibat Bom Molotov, Pengacara Sebut Polisi Nggak Profesional




Kuasa hukum terduga pelaku dari Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Azis Yanuar mengklarifikasi dua anggota FPI yang diduga terlibat dalam penangkapan 7 pelaku kasus pelemparan bom molotov ke kantor PDIP di Kab. Bogor.

Menurut Yanuar, tuduhan dua anggota FPI yang diduga terlibat pelemparan bom molotov itu tidaklah benar.

“Gak ada anggota FPI yang diamankan tadi malam saya udah klarifikasi di tvone live,” kata Yanuar saat dihubungi Pojoksatu, Rabu (26/8/2020)

Menurut Yanuar, tujuh pelaku yang ditangkap itu tidak ada kaitannya dengan FPI. Ketujunya hanyalah merupakan klien biasa.

Hanya saja, penangkapan tujuh kliennya itu dinilai tidak profesional.

“Sudah cukup sering polisi gak profesional dalam tangani perkara,” kata Aziz Yanuar.

Seperti diketahui, teror bom molotov terjadi di dua markas PDIP PAC Bogor. Insiden pertama menimpa kediaman pengurus PDIP PAC Megamendung pada Selasa (28/7). Sehari berselang atau pada Rabu (29/7), teror bom molotov kembali terjadi di sekretariat PAC PDIP Cileungsi Bogor.

Tiap tempat diteror bom molotov. Selain itu, ada tiga kali lemparan di tiap markas partai berlambang banteng itu

Polisi kemudian menangkap tujuh orang terduga pelaku pelemparan bom molotov itu. Motif pelemparan tersebut tengah didalami.

“Motif masih didalami,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes CH Patoppoi via pesan singkat, Senin (24/8).


sumber: pojoksatu.id

0 Response to "Klarifikasi Anggota FPI yang Terlibat Bom Molotov, Pengacara Sebut Polisi Nggak Profesional"

Post a comment

Tengah Artikel - in article