Bawah Menu - Res

Rully Akbar Sebut Ahok Jadi Kuda Hitam Pilpres 2024, Persis Jokowi Ketika Pimpin DKI Jakarta



Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia Denny JA merilis nama-nama tokoh yang dipilih sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2024.

Daftar itu berisi deretan 14 nama tokoh dan satu sosok misterius. Menurut Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, sosok yang dramatis itu adalah sosok yang saat ini belum dapat diprediksi peluangnya untuk berlaga pada Pilpres 2024.

"Bisa jadi ada Jokowi Selanjutnya yang kita masih belum tahu sebagai faktor yang mengejutkan. Bisa jadi nanti Tuan atau Nyonya X yang jadi capres potensial di 2024," ujar Rully di Kantor LSI Denny JA.

Denny mencontohkan, Joko Widodo atau Jokowi sebagai sosok misterius itu pada Pilpres 2014 lalu. Penyebab, popularitas eks Wali Kota Solo meroket saat disetujui sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga akhirnya disetujui kursi RI-1.

Dalam konteks Pilpres 2024, Rully menyebut, bekas kompatriot sekaligus penerus Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, yaitu Basuki Tjahaja Purnama, berpeluang menjadi sosok alias alias kuda hitam.

"Bisa jadi Basuki Tjahaja Purnama masuk sebagai sosok misterius, Mr X yang nomor 15 tadi. Dia menjadi sosok yang memberi efek kejut ke depan nanti kompilasi di 2024 nanti," kata Rully.

Rully menuturkan, nama Ahok saat ini tidak masuk bursa karena statusnya yang tidak memegang jabatan pemerintahan atau jabatan partai politik tertentu.

Menurut Rully, peluang Ahok akan melebar bilamana ia mendapat amanah mengisi pos-pos penting sehingga dapat membuktikan kinerjanya dan kembali mengambil perhatian publik.

"Kita belum lihat gebrakan BTP ke depan ya, kita belum tahu apa yang akan dilakukan BTP," ujar Rully.

Tambahkan penuh, Ahok juga bisa mengubah citranya sebagai eks narapidana jika memilih prestasi di jabatan baru yang mungkin akan disandangnya.

"Saat dia sudah mulai aktif kembali di kursi-jabatan publik, dari situlah Pak Ahok dapat menunjukkan prestasi ke depan untuk memilih calon pemegang saham untuk memilih Ahok sebagai presiden berikutnya," kata Rully.

Munculnya Ahok sebagai kuda hitam bukan hal yang mengejutkan.

Sebab, Ahok merupakan salah satu tokoh politik paling populer di Indonesia.

Kiprahnya selama pertempuran DKI Jakarta pun bisa jadi modal untuk bertarung di tingkat yang lebih tinggi.

Kendati demikian, peluang Ahok berlaga pada Pilpres 2024 persetujuan berat.

Statusnya sebagai narapidana kasus penodaan agama merupakan penyebabnya.

Ahok terbentur Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pada Pasal 227 huruf (k), salah satu syarat pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden adalah: "Surat keterangan dari pengadilan negeri yang menyatakan bahwa setiap calon calon tidak pernah dipidana di pengadilan berdasarkan putusan pengadilan yang telah diperbaiki diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. "

Dalam kasus penodaan agama, Ahok divonis 2 tahun penjara setelah dilanggar Pasal 156a KUHP yang berbunyi, "Dipidana dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka publik guna meminta bantuan atau melakukan tindakan: a. Terkait atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia; b. dengan maksud agar orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa ".

Dengan kondisi tersebut, bekas bupati Belitung Timur yang disetujui tidak mungkin maju sebagai calon presiden atau wakil presiden karena pasal yang diperlukan mendukung ancama penjara selama lima tahun.

"Dilihat dari ancamannya, dari UU itu ya ancamannya 5 tahun. Mau vonisnya 2 tahun atau 6 bulan, itu soal lain, bukan itu yang dipertanyakan," kata pengamat hukum dan tata negara Irman Putra Sidin.

Sejak bebas pada Januari 2019, Ahok memang ingin menyingkir dari dunia politik.

Meski kini dianggap sebagai kader PDI Perjuangan, Ahok tak pernah banyak memberi komentar soal politik.


sumber: tribunnews.com

0 Response to "Rully Akbar Sebut Ahok Jadi Kuda Hitam Pilpres 2024, Persis Jokowi Ketika Pimpin DKI Jakarta"

Post a comment

Tengah Artikel - in article