Bawah Menu - Res

Yunarto ke Ganjar: Gak Ada Alasan Membuka Sekolah Terburu-terburu Ketika Kita Tahu Alasan Utama New Normal Faktor Ekonomi Pak



Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta saran kepada netizen jika nanti Sekolah kembali dibuka di tengah pandemi COVID-19. Tetapi sebagian netizen menyatakan kekhawatiran anak-anak mereka bakal tertular virus.

"Masuk Sekolah lagi? Kamu ada saran, Kalau masuk Sekolah lagi baiknya aturan baru seperti apa? 1. Protokol masuk ke Sekolah. 2. Mengatur bangku/meja kelas. 3. Naik angkot yang aman seperti apa ya?" kata Ganjar melalui akun Twitter.

Tetapi Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya (@yunartowijaya) berharap pemerintah jangan tergesa-gesa memutuskan untuk menerapkan konsep new normal, apalagi dasar utamanya karena masalah ekonomi.

"Gak ada alasan untuk membuka ini terburu-terburu ketika kita tahu alasan utama new normal adalah faktor ekonomi pak..." kata Yunarto.

Sedangkan netizen dengan akun @yayu_ndukayu berharap pemerintah mempertimbangkan betul kebijakan itu sebelum semua hal yang menjadi persyaratan new normal terpenuhi.

"Dokter pakai APBD lengkap saja ketularan, apalagi anak-anak ngandelin masker sama jaga jarak, apalagi yang masih TK SD, apalagi pasti ada yang aktif dan hiperaktif, guru puyeng, orang tua ketar-ketir. Mbayangin ponakan kalau sekarang harus Sekolah belum tega, semoga dipikirkan benar-benar sama pemerintah kalau gak bisa jamin keselamatannya," kata dia.

Sementara @bayuresa menyarankan Ganjar inspeksi mendadak ke pelosok-pelosok desa, dimana tingkat kedisiplinan warga untuk menerapkan ketentuan protokol kesehatan amat rendah.

"Coba tinjau Sekolah di pedesaan pak. Masih banyak warga yang nggak mau pake masker. Bukan nggak punya tapi nggak mau. Kalo perkotaan kemungkinan besar tertib pak. Coba cek di pelosok desa. Oh iya, ngeceknya jangan kabar-kabar dulu ya. Biar surprise," katanya. 


sumber: akurat.co

0 Response to "Yunarto ke Ganjar: Gak Ada Alasan Membuka Sekolah Terburu-terburu Ketika Kita Tahu Alasan Utama New Normal Faktor Ekonomi Pak"

Post a comment

Tengah Artikel - in article