Bawah Menu - Res

TPDI: Dukungan Buat Said Didu Hanya Heboh di Medsos, Tidak Pengaruhi Proses Hukum



Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menilai, banjir dukungan kepada Said Didu di media sosial (medsos), tidak akan mempengaruhi proses hukum terhadap mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu.

Menurut praktisi hukum itu, yang menjadi parameter bagi kepolisian dalam memproses sebuah kasus adalah apakah peristiwa yang dilaporkan memenuhi unsur pidana atau tidak dan apakah didukung bukti-bukti yang cukup.

Diketahui, Said Didu dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Sejak dipolisikan pada (8/4/2020) lalu, Said Didu banjir dukungan di medsos. Bahkan dukungan itu digaungkan lewat sejumlah tagar yang sempat menjadi trending topic di Twitter, seperti #KamiBersamaSaidDidu, #WeAllStandWithSaidDidu hingga #BismillahWithSaidDidu.

"(Dukungan ke Said Didu) Hanya heboh di medsos. Bagi polisi, bukan dukung atau tidak dukung, karena parameternya perisitiwa yang terjadi pidana atau bukan dan apakah didukung bukti-bukti cukup," kata Petrus kepada netralnews.com, Minggu (10/5/2020).

"Soal pengikut besar atau kecil tidak jadi pertimbangan. Apalagi Said bukan pimpinan massa yang besar, dia bergerak sendiri," ungkap Petrus Selestinus.

Sebelumnya, Said Didu dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong terhadap Luhut Pandjaitan. Surat laporan tersebut tertuang dengan nomor LP/B/018/IV/2020/Bareskrim tanggal 8 April 2020.

Polisi kemudian melayangkan surat panggilan kepada Said Didu untuk diperiksa sebagai saksi pada Senin (4/5/2020). Namun Said Didu mangkir dengan alasan ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Karena tidak memenuhi panggilan pertama, Bareskrim Polri melayangkan panggilan kedua kepada Said Didu untuk diperiksa pada Senin (11/5/2020) hari ini.


sumber: netralnews.com

0 Response to "TPDI: Dukungan Buat Said Didu Hanya Heboh di Medsos, Tidak Pengaruhi Proses Hukum"

Post a comment

Tengah Artikel - in article