Bawah Menu - Res

Satu Perawat Situbondo Jadi Relawan Corona di Wisma Atlet Jakarta Biaya Sendiri



Musim pandemi benar-benar dimanfaatkan seorang tenaga medis di Situbondo mengabdikan diri. Dia adalah perawat bernama Yudha Adhi Prathama. Hampir satu bulan lamanya, pria 32 tahun asal Desa/Kecamatan Besuki itu rela meninggalkan istri dan anaknya yang masih berusia 4 tahun.
Demi keinginannya berjuang bersama melawan virus Corona atau COVID-19, Yudha memutuskan menjadi relawan medis di Jakarta. Selama di Ibu Kota, alumnus Akper Majapahit tahun 2010 itu bergabung dalam tim medis Rumah Sakit Darurat Corona (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta Pusat.

"Selama di RSDC Wisma Atlet, saya bertugas di lantai 29 dan tergabung di team Swab. Yang saya lakukan ini semata-mata karena panggilan nurani, demi kemanusiaan," kata Yudha Adhi Prathama mengawali percakapannya dengan detikcom, Jumat (1/5/2020).


Menurut Yudha, dirinya tidak bisa melihat keadaan saat pasien terinfeksi COVID-19 makin banyak berjatuhan. Sejak itu, dirinya terus dihantui rasa bersalah jika hanya berdiam diri di rumah. Karena itu, begitu mendengar adanya rekrutmen relawan tim medis di Jakarta, Yudha tak mau buang waktu lagi.

"Saya malah langsung disuruh berangkat, setelah semua perizinan dari tempat saya berdinas di sini (Situbondo, red) sudah selesai. Waktu itu langsung saya urus. Alhamdulillah, izin cuti saya bisa segera keluar pada akhir Maret lalu," ujar Yudha yang jadi perawat di Puskesmas Banyuglugur itu.Saat itu, dia berusaha mendaftarkan diri melalui PPNI Jakarta. Karena saat bersamaan, PPNI di daerah belum buka pendaftaran relawan COVID-19 ke Jakarta. Bak gayung bersambut, keinginan Yudha menjadi relawan pejuang melawan COVID-19 langsung diterima.

Meski berbekal usaha dan biaya sendiri, Yudha pun akhirnya bergegas bertolak ke Jakarta. Hingga kini dia menjadi satu-satunya perawat asal Situbondo yang tergabung dalam relawan medis COVID-19 di Jakarta. Banyak cerita yang dia dapatkan selama bergabung dengan tim medis RSDC Wisma Atlet Jakarta.

"Saya senang karena bisa bergabung dalam misi kemanusiaan, berjuang bersama melawan Corona. Tapi selama di sana, butuh fokus dan tenaga ekstra merawat pasien COVID-19. Tingkat disiplinnya sangat tinggi," kenang Yudha.

Selama jadi relawan di RSDC Wisma Atlet Jakarta, Yudha bertugas di lantai 29 tempat pasien positif COVID-19 dirawat. Dalam satu lantai itu, ada 56 pasien yang dirawat dan dijaga oleh 3 orang perawat. Selama masa perawatan, seluruh pasien tidak diperbolehkan meninggalkan kamar. Semua kebutuhan pasien dari luar kamar harus dilayani perawat yang melayani.

"Jadi naik turun dari lantai 1 ke lantai 29 untuk melayani pasien itu sudah biasa. Capek sih pasti, makanya butuh tenaga ekstra. Tapi ini kebanggaan, karena saya bisa berjuang di garda terdepan," tandas Yudha sembari menambahkan, elama di sana, saya pernah merawat artis FTV yang juga positif Corona.

Selama bertugas sebagai relawan medis di RSDC Wisma Atlet Jakarta, Yudha dan tim medis lainnya juga tak pernah lepas dari APD atau hazmat. Dalam satu kali piket, penggunaan hazmat itu bisa berlangsung hingga 8-9 jam. Tak heran, bagian pangkal hidung Yudha sampai mengalami luka lecet akibat penggunaan masker N-95 yang terlalu lama.

"Menggunakan masker N-95 itu cukup sakit, meski sudah diplester sebelumnya. Tapi demi keamanan diri, tetap harus dipakai dan mengabaikan rasa sakit," ujar pria kelahiran Dusun Pariyaan Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan itu.

Tak hanya merasakan lelah dan beratnya ber-Hazmat saja. Selama menjadi relawan medis di RSDC Wisma Atlet Jakarta, Yudha mengaku juga sering didera rasa kangen terhadap istri dan anaknya. Di saat demikian, tak banyak yang bisa dilakukan untuk mengobati rasa kangennya itu.

"Satu-satunya ya hanya dengan aplikasi video call itu. Tapi tentu itu harus di luar waktu piket," kenang Yudha.

Tugas sang perawat Yudha menjadi relawan medis di RSDC Wisma Atlet Jakarta ini akhirnya berakhir pada 22 April lalu. Namun, saat itu dia tidak bisa langsung buru-buru pulang untuk menjumpai anak dan istrinya. Ada beberapa prosedur yang harus dilalui, di antaranya masa karantina di Jakarta.

"Saya baru diijinkan pulang setelah dua kali menjalani tes Swab dan hasilnya negatif. Saya tiba di Situbondo dua hari lalu, dan sampai sekarang masih isolasi mandiri," pungkas Yudha Adhi Prathama.


sumber: detik.com

0 Response to "Satu Perawat Situbondo Jadi Relawan Corona di Wisma Atlet Jakarta Biaya Sendiri"

Post a Comment

Tengah Artikel - in article