Bawah Menu - Res

Luhut Polisikan Said Didu, Ferdinand: Bukan Kriminalisasi



Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai langkah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan polisikan Said Didu bukan bentuk kriminalisasi.

Menurut Ferdinand, kriminalisi merupakan upaya menjebloskan seorang yang tidak melakukan tindak pidana ke penjara.

"Kriminalisasi kira-kira adalah semula tidak dikategorikan sebagai pidana kemudian digolongkan sebagai pidana," kicau Ferdinand menggunakan akun @FerdinandHaean2, Sabtu (2/4/2020).

Ferdinand mengatakan, fitnah, menyebar berita bohong, pencemaran nama baik merupakan pidana yang diatur Undang Undang. Atas dasar ini, Ferdinand menilai bahwa langkah Luhut polisikan Said Didu bukan kriminalisasi.

"Laporan Polisi yang dilakukan Kuasa Hukum Pak Luhut adlh BUKAN KRIMINALISASI," tuturnya.

Dikicauan berbeda, Ferdinand menyebut bahwa pihak kepolisian telah banyak memproses kasus pencemaran nama baik, fitnah, hoaks dan penghinaan. Diprosesnya kasus-kasus itu membuktikan bahwa hukum di Indonesia memandang semua warga negara setara.

"Itu semua bukan kriminalasi krn hukum memandang semua warga negara setara dan sederajat dihadapan hukum," ucapnya.

Diketahui, perkara Luhut dan Said Didu merupakan buntut tayangan video yang diunggah ke Youtube berjudul 'MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG'

Dalam video itu, Said Didu menuding Luhut hanya mementingkan keuntungan pribadi ketimbang urusan mengatasi pandemi virus Corona atau Covid-19.

Luhut menepis pernyataan Said Didu. Dia pun meminta Said Didu menyampaikan permohonan maaf kepadanya dalam batas wakti 2x24 jam.

Said Didu kemudian melayangkan surat klarifikasi kepada Luhut pada 7 April 2020. Namun, pihak Luhut menilai surat tersebut tidak sesuai harapan. Akhirnya, Luhut melaporkan kasus tersebut ke polisi.


sumber: akurat.co

0 Response to "Luhut Polisikan Said Didu, Ferdinand: Bukan Kriminalisasi"

Post a Comment

Tengah Artikel - in article