Bawah Menu - Res

Isi Surat Pernyataan ABK Indonesia yang Kerja di Kapal China, Kerja 13 Bulan Tetapi Gajinya Tak Sampai Rp 2 Juta



Sebuah video yang dipublikasikan media Korea Selatan menjadik viral di Indonesia.

Video tersebut memperlihatkan jenazah anak buah kapal ( ABK ) asal Indonesia yang bekerja di kapal China dilempar ke tengah laut.

Video tersebut dirilis oleh stasiun tv MBC.

Berita soal ABK Indonesia yang bekerja di kapal China kemudian diulas oleh Youtuber Jang Hansol di kanal Youtube Korea Reomit.

Dalam video itu, MBC memberi tajuk Eksklusif, 18 jam sehari kerja. Jika jatuh sakit dan meninggal, lempar ke laut

"Ini bukan berita yang menyenangkan, ini berita yang sedikit menyedihkan,

Video yang bakal kita bahas ini tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia orang-orang Indonesia yang bekerja di kapal China," kata Jang Hansol.

"Kapal besar yang nangkap itu jadi bukan kayak nelayan ini.

Di situ kapal besar yang kerja banyak kayak nangkap ikan pergi ke tengah pantai yang besar,

Dan MBC berhasil mendapatkan informasi ini karena kebetulan kapal itu pergi ke Busan atau mampir di Pelabuhan Busan." tambah Jang Hansol.

ABK Indonesia, kata Hansol, menyampaikan kabar ini kepada Pemerintah Korea.

"Dan waktu itu orang-orang Indonesia menyampaikan berita ini kepada Pemerintah Korea dan juga TV MBC, orang-orangnya ini yang meminta bantuan

Pada awalnya waktu kita melihat video bukti yang mereka tunjukkan kita tidak bisa mempercayai hal itu.

Dan sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut perahunya sudah berangkat lagi,

Terlihat dibutuhkannya investigasi internasional sesegera mungkin atau secepat mungkin," kata Jang Hansol.

Berdasarkan terjemahan dari Hansol, kotak yang ditempatkan di geladak kapal adalah Ari, pria yang berusia sekitar 24 tahun.

Disebutkan bahwa dia sudah bekerja lebih dari satu tahun dan meninggal.

Di video, tampak seorang kru mengguncang dupa dan menaburkan cairan sebagai bentuk upacara pemakaman di sana.

"Apa kalian (ada yang ingin disampaikan) lagi? Tidak? Tidak?" tanya seorang kru kepada orang yang berada di bagian atas kapal.

Setelah melakukan "upacara" tersebut, jenazah kemudian dibuang ke tengah laut.

"Dan Mas Ari menghilang di tempat yang kita tidak tahu kedalamannya," kata Hansol menirukan pembawa suara.

Dalam video tersebut, sebelum Ari meninggal sudah ada Al Fatah yang disebut berusia 19 tahun dan Sepri (24), di mana mereka juga dibuang ke laut ketika meninggal.

Jang Hansol menerjemahkan bahkan ABK Indonesia yang bekerja di kapal China rupanya telah menandatangani surat pernyataan.

"dan mereka ternyata punya surat pernyataan yah," kata Jang Hansol.

Jang Hansol lantas membacakan surat pernyataan tersebut.

"dengan ini saya menyatakan setelah berangkat kerja ke luar negeri sebagai ABK (nelayan) segala resiko akan saya tanggung sendiri bila terjadi musibah sampai meninggal maka jenazah saya akan dikremasikan di tempat dimana kapal menyandar dengan catatan abu jenazah dipulangkan ke indonesia,

untuk itu akan diasuransiakan sebelum berangkat ke luar negeri dengan pertanggungan sebesar 10 ribu dollar, Rp 150 juta jadi nyawa seseorang diasuransikan dan akan dihargai nomonail 150 juta akan diserahkan kepada ahli wang," kata Jang Hansol.

Hansol kembali menuturkan, pengacara dari Pusat Hukum Publik Kim Jong-cheol menyatakan ada eksploitasi dan pengaturan yang mengikat mereka.

Selain itu, Pengacara Kim menjelaskan bahwa ada kemungkinan paspor mereka disita dan terdapat uang deposit agar mereka tidak berusaha kabur.

"ini tipikal banget cara kerja eksploitasi dengan cara diikat di atas pantai, paspornya kemungkinan dirampas,

mereka punya deposit nominal besar jadi mereka ga bisa kabur, akibat hal itu untuk pekerja di situ untuk melarikan diri, jadi mereka udah terikat, jadi kaya kontrak kerja budak," kata Hansol

Selama bekerja di sana selama sekitar 13 bulan, lima kru kapal itu menerima gaji sekitar 140.000 won, atau sekitar Rp 1,7 juta.

Jika dibagi per bulan, para pelaut itu hanya menerima sekitar Rp 11.000 won, atau Rp 135.350

"bentar aku gak iso percaya," kata Hansol.

"lima diantara nelayannya setelah bekerja 13 bulan hanya dibayar 120 dollar, berart 1,7 juta rupiah atau 140 ribu won, berarti gaji bulanannya Rp 100 ribu," kata Hansol.


sumber: tribunnews.com

0 Response to "Isi Surat Pernyataan ABK Indonesia yang Kerja di Kapal China, Kerja 13 Bulan Tetapi Gajinya Tak Sampai Rp 2 Juta"

Post a comment

Tengah Artikel - in article