Bawah Menu - Res

Telanjur Tahlilan 7 Hari dan Mandikan Jenazah Positif Corona, Warga Kampung di Bogor Kritik Dinkes



Warga Kampung Malang Nengah, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, mengaku cemas saat mengetahui jenazah salah satu warga yang dimakamkan ternyata positif corona.

Tak hanya itu, puluhan warga juga sempat menggelar tahlilan di rumah almarhum.

"Warga memang benar-benar tidak tahu (almarhum positif) karena Dinkes tidak cepat menginformasikan hasilnya, usai tahlilan itu ada kabar hasil swab positif. Pada galau (cemas) tuh warga jadi untuk menenangkannya kita lakukan imbauan isolasi mandiri," ucap Sekretaris Kecamatan Ciseeng, Heri Isnandar ketika dihubungi Kompas.com, Senin (13/4/2020).

Warga pun mengungkapkan kekecewaan terhadap dinas kesehatan setempat yang terkesan lambat untuk memberi tahu hasil uji laboratorium.

Seperti diketahui, pada hari Jumat (3/4/2020), warga Kampung Malang Nengah juga diketahui sempat memandikan jenazah almarhum.

Saat itu, menurut Heri, warga menduga almarhum meninggal dunia karena sakit jantung.

"Informasinya almarhum ini sakit jantung dan memang sejak awal tidak ada SOP Covid-19 pemakaman. Makanya warga tetap ikutan tahlilan karena menganggapnya (meninggal) sakit jantung," ungkapnya

Namun, setelah hasil uji lab swab keluar pada hari Sabtu (11/4/2020), almarhum dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19.

Saat pemakaman jenazah, warga pun sama sekali tidak menerapkan protokoler penanganan pasien corona.


sumber: kompas.com

0 Response to "Telanjur Tahlilan 7 Hari dan Mandikan Jenazah Positif Corona, Warga Kampung di Bogor Kritik Dinkes "

Post a comment

Tengah Artikel - in article