Bawah Menu - Res

Surat Klarifikasi Suami Wanita yang Dikabarkan Meninggal Kelaparan, Ungkap Penyebab Ibu Yuli Wafat



Kabar meninggalnya seorang wanita bernama Ibu Yuli yang dikabarkan wafat karena kelaparan sangat menyita perhatian.

Di tengah wabah, ibu rumah tangga asal Banten ini dikabarkan meregang nyawa karena kelaparan.

Bahkan, video wawancaranya dengan Kompas TV menjadi viral tatkala menceritakan kondisi ekonomi keluarganya yang sangat memprihatinkan.

Seiring dengan beredarnya kabar kematian Ibu Yuli, sang suami pun akhirnya angkat bicara.

Sebuah surat tulisan tangan beratasnamakan Muhamad Kholik yang menyebut dirinya sebagai suami ibu Yuli membantah kabar tersebut.

1. Penyebab Sebenarnya Meninggal

Kholik menggungkapkan penyebab sebenarnya sang istri meninggal dunia.

Ia mengklarifikasi tegas jika Yuli wafat lantaran kelaparan.

Surat tulisan tangannya itu pun viral dan dibagikan di media sosial, salah satunya Instagram @_infocegatansolo.

"Saya Muhamad Kholik suami dari almarhumah Ibu Yuli Nur Amelia, ingin mengklarifikasi bahwa pemberitaan yang beredar di media sosial, media online, dan media elektronik yang memberitakan bahwa istri saya meninggal karena kelaparan atau tidak makan selama dua hari itu tidak benar.

Tetapi, istri saya meninggal karena kecapekan atau kelelahan.

Demikian surat pernyataan klarifikasi ini saya buat dengan penuh kesadaran tanpa paksaan dari siapa pun," tutup Kholik dalam surat tersebut.


View this post on Instagram

A post shared by infocegatansolo (@_infocegatansolo) on

2. Ngaku Tak Makan 2 Hari

Sebelum meninggal dunia, Ibu Yuli, suami dan anaknya dikabarkan sudah tidak makan dua hari dan hanya minum air galon isi ulang saja.

Enam orang di rumah tesebut terpaksa hanya mengganjal perut dengan minum air galon.

Curhatan pilu berlinang air mata juga sempat disampaikan Ibu Yuli sebelum meninggal dunia.

Sebelum meninggal dunia, Yuli sempat mengutarakan kesedihannya.

"Enggak makan dua hari, cuma diem aja, sampai saya sedih ya," kata Yuli sembari berlinang air mata, seperti dilansir Kompas TV.

3. Suami Pemulung, Kesulitan karena CoronaSembari menggendong anaknya yang masih bayi, Yuli bercerita, empat anaknya pun terpaksa harus menahan lapar.

"Anak empat. Ini yang paling kecil. Ini juga sampai sakit.

Abah juga nyuruh, sabar ya," tutur dia pilu.

Kondisi sulitnya perekonomian keluarganya ini juga tak lepas dari situasi wabah Covid-19.

Suaminya yang seorang pemulung tak bisa bekerja selama pandemi.

Penghasilan sebesar Rp 25 ribu per hari yang biasa diterima keluarganya pun kini tak lagi ada.

"Jadi per hari dibayarnya. Kalau misalkan masuk Rp 25 ribu, kalau sakit enggak dikasih," ujar Yuli, melansir Kompas TV.

4. Belum Dapat Bantuan Sebelumnya

Bantuan sosial dari pemerintah datang terlambat menyusahkan warga miskin.

Yuli mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Belum ada, saya udah ngajuin," ujar dia.

Yuli kemudian dikabarkan meninggal pada Senin (20/4/2020).

5. Meninggal di Perjalanan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang Hari Pamungkas merespons kabar meninggalnya Yuli, warga Serang, Banten tersebut.

"Yang pertama kami turut berbelasungkawa. Ya, betul meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Sindangdaru," kata Hari, Selasa (21/4/2020).

Yuli tiba-tiba tak sadarkan diri dan dibawa ke Puskesmas.

Sebelumnya, suami Yuli, lanjut Hari, sempat mengatakan istrinya tak memiliki riwayat sakit apa pun.

"Dokter enggak berani menyimpulkan sakit apa, karena almarhumah meninggal dalam perjalanan dan di luar sepengetahuan dokter," kata dia.

Ditambah suaminya bilang almarhumah enggak punya riwayat sakit apa pun," kata dia.

Menurutnya usai pemberitaan mengenai keluarga Yuli yang kelaparan, pemerintah memberikan bantuan.

"Sebelumnya kan di berita ramai keluarga almarhumah nahan lapar sampai minum air galon, keluarga almarhumah itu sudah terdata penerima bantuan masyarakat terdampak Covid-19, Sabtu kemarin pihak pemkot sudah berikan bantuan itu," tutur dia.

Pemkot Serang mengklaim telah berupaya maksimal merespons keluhan masyarakat Serang.

"Kami memiliki keterbatasan, kami butuh semua pihak, kami enggak bisa kerja sendiri, butuh semua elemen untuk bekerja sama saling support.

Jangan lagi ada saling menyalahkan, sama-sama kita lagi ikhtiar menyelesaikan masalah pandemi ini," kata dia.


sumber: tribunnews.com

0 Response to "Surat Klarifikasi Suami Wanita yang Dikabarkan Meninggal Kelaparan, Ungkap Penyebab Ibu Yuli Wafat"

Post a comment

Tengah Artikel - in article