Bawah Menu - Res

Satu Keluarga di Palu Positif Corona Setelah Sang Ayah Pulang dari Ijtima Jamaah Tablig di Gowa



Ijtima Dunia di Gowa Batal, Jemaah Tablig Bakal Dipulangkan ...Satu keluarga di Palu, Sulawesi Tengah terkonfirmasi positif virus corona COVID-19. Sebelumnya, kepala keluarga tersebut mengikuti Ijtima Dunia yang digelar di Gowa, Sulsel beberapa waktu lalu.

Satu keluarga tersebut yakni Sepasang suami istri (Pasutri) bersama dua orang anaknya. Keempat pasien itu kini dirawat di RSU Anutapura Palu.

Direktur RSU Anutapura Palu dr. Hery Mulyadi pada Sabtu 11 April 2020 malam menyebut bahwa dalam keluarga pasien tersebut, yang terkonfirmasi positif pertama yaitu kepala keluarga dari tiga pasien lainnya.

“Ketiganya merupakan istri dan dua orang anak dari pasien yang PDP yang sudah terkonfirmasi positif sejak awal April lalu,” kata Hery Mulyadi dikutip dari detikcom.

Menurutnya, penularan virus tersebut berawal dari tibanya kepada keluarga yang memiliki riwayat perjalanan dari mengikuti kegiatan keagamaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Maret 2020. Yaitu kegiatan Ijtima Dunia di Gowa.

“Kini keempat pasien yang satu keluarga tersebut jalani isolasi di RSU. Anutapura. Dari catatan kami, penularan diawali dengan suaminya, yang memiliki riwayat perjalanan dari Gowa, ikuti kegiatan keagamaan,” tuturnya.

Sebelumnya, ada tambahan 5 kasus baru positif virus corona (COVID-19) di Sulawesi Tengah (Sulteng). Total kasus mencapai 19 orang.

“Hari ini PDP yang Swabnya positif ada 5 kasus, semuanya kondisinya sehat dan membaik. Tiga diantaranya berasal dari Palu, satu Morowali dan satunya lagi dari Buol,” ujar Juru Bicara Penanganan COVID-19 Sulteng Haris Karimin, Sabtu 11 April 2020.

Sedangkan, ada 6 pasien dalam pengawasan (PDP) di Sulteng dan sudah dilakukan uji swab. Hasilnya negatif.

Saat ini, dalam kasus baru orang dalam pemantauan (OPD) ada 10 kasus dan PDP 3 kasus. Kini total ODP 285 dan PDP 26 kasus.Makssar Terkini

Tanpa Izin, Jamaah Tabligh Tetap Gelar Ijtima’ Dunia di Gowa

Jamaah Tabligh tetap menggelar Ijtima’ Dunia 2020 Zona Asia meski Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, telah membatalkan izin rekomendasi kegiatan itu. Padahal kegiatan ini telah menimbulkan kekhawatiran memicu penyebaran virus Corona karena hanya dua pekan setelah peristiwa serupa di Malaysia menyebabkan lebih dari 500 jamaah tabligh terinfeksi.


Dilansir di Reuters, Rabu (18/3) Sebanyak 8.695 orang hadir pada acara yang diselenggarakan di Gowa, Sulawesi Selatan. Penyelenggara dan pejabat regional mengatakan acara di negara terpadat keempat di dunia itu telah dimulai, meskipun kepala polisi daerah ini mengatakan telah berupaya untuk membujuk penyelenggara agar membatalkannya.

"Kami lebih takut kepada Tuhan," ujar seorang penyelenggara, Mustari Bahranuddin, mengatakan kepada Reuters, ketika ditanya tentang risiko peserta menyebarkan virus pada acara di Gowa di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

''Karena semua orang manusia, kita takut penyakit, kematian. Tapi ada sesuatu yang lebih penting sekedar tubuh, yaitu jiwa,'' ujarnya.

Seorang pejabat daerah, Arifuddin Saeni mengatakan, panitia telah menolak permintaan resmi dari pihak berwenang untuk menunda pertemuan. "Mereka masih datang, ada orang-orang dari Thailand, Arab, India, dan Filipina," kata dia.

Baik acara di Indonesia dan Malaysia beberapa waktu lalu keduanya diselenggarakan oleh komunitas yang sama. Saat acara berlangsung di Malaysia, jamaah yang hadir sekitar 19 ribu orang.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tidak memberikan rekomendasi izin pelaksanaan Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang rencananya digelar di Kecamatan Bontomarannu sebagai antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

"Ini adalah kegiatan yang internasional, tetapi karena ada hal-hal yang di luar jangkauan seperti wabah Corona, jadi rekomendasi izin pelaksanaan Ijtima tidak diberikan," ujar Sekretaris Daerah Gowa, Muchlis seperti dikutip Antara di Gowa, Kamis (12/3).

Dia mengatakan maraknya wabah Virus COVID- 19 (Corona) yang telah masuk di Indonesia membuat Pemkab Gowa juga mulai bersiap dan waspada. Salah satu kegiatan yang melibatkan tamu dari luar negeri yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang diadakan jamaah tabligh tidak diberikan rekomendasi penyelenggaraan acara.

Muchlis menyatakan hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi Pemkab Gowa terhadap penyebaran Virus Corona (Covid-19) mengingat kegiatan tersebut dikabarkan akan melibatkan 48 negara.

"Kita sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa mempermaklumkan untuk tidak melaksanakan kegiatan tersebut dengan mengundang tamu dari luar negeri," jelasnya.

Sekda Gowa ini menjelaskan jika keputusan yang dikeluarkan itu sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memberlakukan protokol penanggulangan COVID-19 atau virus baru corona. "Kita sangat memaklumi adanya pembatasan warga dari luar negeri dan aksesnya dibuat sedemikian rupa untuk memproteksi daerah ini agar tidak terpapar Corona-19," ungkapnya.

Walaupun demikian, Muchlis mengungkapkan kegiatan tersebut bisa saja dilaksanakan. Hanya, dia menginginkan agar kegiatan ini tidak melibatkan tamu dari negara luar.

Dia menyarankan agar nama kegiatan tersebut diubah dan hanya dilaksanakan tingkat lokal. "Kalau kegiatannya hanya diikuti peserta lokal saya kira tidak masalah. Boleh dilaksanakan bahkan sesuai dengan anjuran dari kebijakan pusat menghidupkan perekonomian," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gowa, Hj Adliah, mengaku mendukung keputusan yang diambil Pemerintah Kabupaten Gowa. "Kami mendukung keputusan Pemkab Gowa untuk tidak memberikan izin kegiatan ini," ucapnya.


sumber: republika

0 Response to "Satu Keluarga di Palu Positif Corona Setelah Sang Ayah Pulang dari Ijtima Jamaah Tablig di Gowa"

Post a comment

Tengah Artikel - in article