Bawah Menu - Res

Keluarga Pasien Berbohong, Marah dan Berkacak Pinggang pada Petugas Medis Saat Ditanyai Riwayat



Seorang pasien dibawa ke Rumah Sakit TNI Ciremai, Cirebon, Jawa Barat pada Senin (14/4/2020).

Pasien tersebut tiba di rumah sakit dalam keadaan tak sadar, sesak napas dan tensi tinggi.

Sesuai prosedur, petugas medis rumah sakit harus menanyakan mengenai riwayat perjalanan dan kontak pasien.

Lantaran pasien tak sadarkan diri, pertanyaan diajukan pada pihak keluarganya.

Kepala Rumah Sakit TNI Ciremai Cirebon Letkol CKM Andre Novan menjelaskan, keluarga pasien tak jujur saat dimintai keterangan.

"Awalnya kami tidak tahu bawa pasien tersebut pernah kontak dengan keluarganya yang PDP positif dan meninggal dunia," kata Andre.

Saat ditanya, keluarga terus-menerus menyangkal dan terkesan menutup-nutupi.

Padahal kenyataannya, pasien tersebut sempat berkontak dengan pasien positif Covid-19 yang saat ini sudah meninggal dunia.

"Kami tidak mendapatkan keterangan secara gamblang dari keluarga pasien.

Tidak mungkin kami tanyakan pada pasien, karena kondisi pasien sudah koma,” kata Andre.

Malah marah hingga berkacak pinggang Bukan hanya berbohong, keluarga pasien justru marah ketika ditanyai mengenai riwayat kontak.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RS TNI Ciremai Tetri Yuniwati bercerita, selain memarahi petugas, keluarga pasien juga ada yang berkacak pinggang.

Tetri mengatakan, pertanyaan memang diajukan berulang untuk memastikan kondisi pasien.

"Sampai petugas kami menanyakan berulang-ulang, ini menyangkut kepentingan bersama.

Bapak yang mengantar sampai berkacak pinggang, karena merasa marah,” kata Tetri.

Kepadanya, pihak keluarga hanya mengatakan bahwa pasien memiliki riwayat kencing manis.

Namun, riwayat kontak dengan pasien positif corona tersebut tidak dijelaskan.

Tenaga medis jalani isolasi mandiri

Usai dirawat selama sehari, pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Tim medis lalu memakamkan pasien sesuai protokol Covid-19. Lantaran keterangan tak jujur dari keluarga, sebanyak 21 tenaga medis di Rumah Sakit TNI Ciremai Cirebon kemudian menjalani isolasi mandiri.

21 tenaga medis itu terdiri dari 18 orang perawat IGD dan ICU, 1 dokter ICU, 1 dokter IGD dan 1 dokter spesialis saraf.


sumber: kompas.com

0 Response to "Keluarga Pasien Berbohong, Marah dan Berkacak Pinggang pada Petugas Medis Saat Ditanyai Riwayat"

Post a comment

Tengah Artikel - in article