Bawah Menu - Res

DPR Dukung Jokowi Soal Pulang Kampung Beda dengan Mudik



Ketua Komisi V yang membidangi infrastruktur dan transportasi, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Lasarus mengemukakan pendapat soal istilah mudik dan pulang kampung. Menurut dia, kedua istilah ini memiliki makna yang berlainan meski sama-sama berarti melakukan perjalanan ke kampung halaman.

"Mudik itu (pulang) dalam arti hari libur keagamaan atau libur panjang lainnya," ujar Lasarus saat dihubungi pada Kamis, 23 April 2020.

Sedangkan pulang kampung memiliki makna pulang karena alasan sosial-ekonomi. Orang yang pulang kampung, kata politikus PDIP tersebut, dalam kondisi saat ini bisa diartikan pulang karena kehilangan pekerjaan. Artinya bukan pulang dalam rangka liburan.

Perbedaan istilah mudik dan pulang kampung tersebut sebelumnya diungkapkan Jokowi dalam wawancara bersama Najwa Shibah yang disiarkan Trans7 pada Rabu, 22 April 2020. Dalam tayangan itu, Jokowi mengatakan mudik merupakan pergerakan orang ke kampung yang dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Kalau yang namanya pulang kampung itu bekerja di Jakarta, tetapi anak-istrinya ada di kampung," kata Jokowi. Dalam acara tersebut, Jokowi mengatakan pulang kampung dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di Jakarta namun memutuskan kembali ke kampung karena tak ada pekerjaan.

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mudik merupakan kata kerja untuk (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman). Lalu pengertian selanjutnya adalah kata kerja percakapan (v cak) untuk pulang ke kampung halaman.

Sedangkan untuk pulang kampung, KBBI menampilkan definisi berupa kembali ke kampung halaman dan mudik. KBBI mencontohkan dengan kalimat "dia -- kampung setelah tidak lagi bekerja di kota."


sumber: tempo.co

0 Response to "DPR Dukung Jokowi Soal Pulang Kampung Beda dengan Mudik"

Post a comment

Tengah Artikel - in article