Bawah Menu - Res

Dokter Islam Jadi ‘Pahlawan‘ di Amerika, Denny: di Indonesia Diusir dari Kos-kosan



Aksi para tenaga medis seperti dokter dan perawat memang sepatutnya mendapat apresiasi paling tinggi, terlebih di tengah pandemi Virus Corona COVID-19 seperti saat ini.

Pasalnya, merekalah yang rela berjuang sekuat tenaga, bekerja tanpa lelah bahkan mempertaruhkan kesehatan mereka sendiri demi bisa membantu orang banyak yang lebih membutuhkan. Demikian seperti dilansir dari laman video NBC Connecticut, Rabu (15/4/2020).

Dokter Saud Anwar misalnya, seorang dokter keturunan Pakistan yang kini bekerja di Amerika Serikat mendapat kejutan mengharukan dari masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Atas kerja kerasnya melayani sebagai dokter paru-paru di Rumah Sakit Manchester Memorial, para masyarakat setempat memberi penghargaan dengan tergabung dalam parade mobil di mana orang dari setiap mobil akan berhenti di depan Anwar sambil mengutarakan ucapan terima kasihnya.

Ucapan apresiasi datang juga dari warganet di Indonesia. Pegiat media sosial Denny Siregar, Kamis (16/4/2020) membuat tulisan berjudul "Pelajaran dari Ammerika." Berikut catatan lengkao Denny Siregar.

PELAJARAN DARI AMERIKA

Sore itu barisan mobil bergerak menuju satu rumah orang yang mereka hormati. Nama orang itu Dr Saud Anwar. Dia adalah dokter paru-paru di RS Manchester Memorial, Amerika.

Ketika sampai di depan rumah sang dokter, klakson dibunyikan bersahutan. Warga juga meneriakkan kata semangat, "Dokter, kamu menginspirasi kami !" Dan " Kamu pahlawan kami..."

Dr Saud Anwar, keluar dari rumahnya untuk menghormati kejutan warga. Dia sangat terharu dan keluarganya bangga.

Dr Saud Anwar dikenal sebagai seorang dokter yang berjuang di garis depan melawan Corona. Dia menemukan alat bantu pernapasan yang bisa membantu bernafas 7 orang sekaligus.

Adegan ini mengharukan, terutama disaat kita melihat bagaimana negeri lain bisa sangat menghargai seorang dokter yang berjuang untuk keselamatan mereka.

Sedangkan di Indonesia, di negeri kita tercinta, seorang paramedis yang menyumbangkan nyawanya bahkan kematiannya saja ditolak warga. Belum lagi ada paramedis yang diusir dari kos-kosan karena warga takut tertular.

Negeri ini harus banyak belajar tentang kemanusiaan, karena nilai-nilai itu sekarang terganti oleh sifat egois dan mencari selamat sendiri.

Dan dengan wabah ini muncullah sifat asli masing-masing orang, mana yang berguna dan mana yang sebenarnya pecundang.

Tabik para paramedis yang berjuang di garis depan. Salam hormat saya untuk kalian, para pahlawan..

Sebelumnya diberitakan, Saud Anwar, seorang dokter keturunan Pakistan yang kini bekerja di Amerika Serikat mendapat kejutan mengharukan dari masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Atas kerja kerasnya melayani sebagai dokter paru-paru di Rumah Sakit Manchester Memorial, para masyarakat setempat memberi penghargaan dengan tergabung dalam parade mobil di mana orang dari setiap mobil akan berhenti di depan Anwar sambil mengutarakan ucapan terima kasihnya.

Sambil membunyikan klakson mereka, para warga meneriakkan beberapa ucapan seperti "Dokter, kami mencintaimu!" hingga membuat poster-poster bertuliskan ucapan terima kasih.

Dokter Saud Anwar pun merasa terharu sambil terus melambaikan tangannya dan mengucapkan terima kasih kepada siapapun yang lewat di depannya.

"Kami berterima kasih kepada dokter yang selalu siap berjaga di rumah sakit," ujar salah seorang warga, Mark Cabot.

Nama Dokter Saud Anwar kemudian semakin disorot lantaran inovasinya yang memaksimalkan fungsi ventilator untuk bisa digunakan oleh tujuh pasien sekaligus.

Perjuangannya sebagai dokter tak terhenti sampai di situ. Lantaran bekerja menangani pasien COVID-19, ia juga menjaga agar keluarganya tak tertular sehingga mengharuskannya tinggal terpisah dari anggota keluarga lainnya untuk sementara waktu.

Hal ini membuktikan bahwa perjuangan dokter di tengah pandemi ini ternyata membuatnya harus mengorbankan segala aspek dalam hidupnya.

"Cukup sepi dan menantang," jelasnya menggambarkan kondisinya saat ini.

Dalam unggahan di akun Facebooknya, Dokter Saud Anwar juga menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan dan apresiasi yang telah diberikan.


sumber: netralnews.com

0 Response to "Dokter Islam Jadi ‘Pahlawan‘ di Amerika, Denny: di Indonesia Diusir dari Kos-kosan"

Post a comment

Tengah Artikel - in article