Bawah Menu - Res

Denny Siregar: Stafsus Jokowi yang Digaji Puluhan Juta dan Kirim Surat ke Camat Mending Mundur



Desakkan agar staf khusus Presiden Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra mundur juga disuarakan pegiat media sosial Denny Siregar.

Lewat Twitter, Denny menyarankan Andi Taufan mundur sambil minta maaf. Dia menilai cara tersebut lebih terhormat dan dapat menjadi contoh untuk yang lainnya.

"Itu stafsus milenial @Jokowi yang kemarin kirim surat ke camat pake kop surat istana, mending mundur sajalah," kicau Denny menggunakan akun Twitter @Dennysiregar7 dikutip AKURAT.CO, Rabu (15/4/2020).

Di kicauan berbeda, Denny juga menyinggung langkah staf khusus Presiden Jokowi dalam menyikapi pandemi Covid-19. Dia menyarankan staf khusus Jokowi buka suara soal langkahnya menghadapi Covid-19.

"7 stafsus milenial yang digaji 50 juta/orang, seharusnya mulai bersuara juga untuk sumbangkan seluruh gajinya sekian bulan ke depan, gotong royong membantu masyarakat yang kena dampak ekonomi akibat wabah. Itu baru layak dikasi. Dan akan memotivasi milenial lainnya berbuat yg sama," tuturnya.

Sebelumnya, mantan pimpinan KPK, Laode M Syarif menilai tindakan Andi Taufan merupakan bentuk konflik kepentingan. Hal itu yang menyebabkan Andi Taufan tidak layak mendapat posisi staf khusus Presiden.

"Staf Khusus Presiden Andi Taufan @GarudaPutra ini, masih MUDA sudah belajar MEMANFAATKAN KESEMPITAN UNTUK KEUNTUNGAN PRIBADI melalui @amarthaid. Ini Contoh CONFLICT OF INTEREST akut. Dia tidak layak, menjadi staf khusus Presiden @Jokowi. HARUS MUNDUR KALAU PUNYA MALU @KPK_RI," kicau Laode menggunakan akun Twitter @LaodeMSyarif.

Diketahui, Andi Taufan meminta maaf soal beredarnya surat Sekretariat Kabinet untuk camat agar mendukung pelaksanaan program relawan desa lawan Covid-19.

"Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut," kata Andi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (14/4/2020).


sumber: akurat.co

0 Response to "Denny Siregar: Stafsus Jokowi yang Digaji Puluhan Juta dan Kirim Surat ke Camat Mending Mundur"

Post a comment

Tengah Artikel - in article