Bawah Menu - Res

Arief Poyuono Bela Jokowi: Mudik dan Pulang Kampung Kok Masih Aja Dipolitisi, Kayak Gak Ada Kerjaan Aja



Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono membela Presiden Jokowi terkait diksi mudik dan pulang kampung.

Menurutnya, apa yang disampaikan Jokowi dengan penjelasannya adalah sudah benar.

Demikian disampaikan Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2020).

Ia lantas mencontohkan seseorang yang merantau dan bekerja di kota besar lalu terkena PHK.

Karena tak mendapat penghasilan di kota, maka ia memutuskan pulang kampung ke daerah asal.

Akan tetapi, orang tersebut akan kembali lagi ke kota jika mendapat pekerjaan lainnya.

“Jadi benar yang dijelaskan Jokowi. Cuma banyak yang mempolitisasi kayak enggak ada kerjaan aja,” sindirnya.

Anak buah Prabowo ini menyatakan, istilah ‘pulang kampung’ memang benar kembali ke kampung halaman.

Akan tetapi, istilah tersebut tidak digunakan pada saat hari raya.

“Pulang kampung digunakan pada saat-saat biasa,” terang politisi asal Banyumas, Jawa Tengah ini.

Selain itu, ‘pulang kampung’ juga digunakan saat seseorang pulang dari kota.

“Untuk menghadiri hajatan di kampung dan kembali lagi ke kota tempatnya mencari nafkah,” terangnya.

Ia lalu menjelaskan istilah mudik yang berasal dari kata ‘udik’ atau ‘kampung’.

Arief lantas menjelaskan pengertian mudik di kalangan masyarakat Jawa yang merupakan sebuah singkatan.

Yakni ‘mulih sedilik’ atau diartikan ‘pulang sebentar’ dan hanya digunakan pada saat momen hari raya.

“Makanya kata ‘mudik’ sering digunakan di saat hari Hari Raya Lebaran, dan Natal, atau Imlek,” jelasnya.

“Jadi, betul Kangmas Joko Widodo antara 'pulang kampung' dan 'mudik',“ pungkasnya.


sumber: pojoksatu.id

0 Response to "Arief Poyuono Bela Jokowi: Mudik dan Pulang Kampung Kok Masih Aja Dipolitisi, Kayak Gak Ada Kerjaan Aja"

Post a comment

Tengah Artikel - in article