Bawah Menu - Res

Pakar Bioteknologi Lingkungan UI Cecar Anies Baswedan soal Banjir: Jangan Berpolemik Narasi Indah Tapi Gagal




Pakar Bioteknologi Lingkungan UI, Firdaus Ali mengungkap kritiknya terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Kritikan tersebut disampaikan terkait bencana banjir yang melanda wilayah Jabodetabek pada awal 2020.

Hal itu diungkapkan oleh Firdaus Ali saat menjadi narasumber di acara Breaking News Kompas TV pada Rabu (1/12/2019).


Mulanya presenter menyinggung adanya perbedaan langkah dari Kementerian PUPR dengan Anies Baswedan.

Kementerian PUPR ingin mengatasi banjir dengan adanya normalisasi Sungai Ciliwung.

Namun, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memilih menyelesaikan permasalah banjir dengan memperbaiki hulu.

"Ada perbedaan pendapat antara Menteri PUPR dengan Gubernur DKI Jakarta seusai memantau banjir di Jabodatabek."

"Tadi yang seperti disebutkan Pak Firdaus, Menteri PUPR fokus pada normalisasi Sungai Ciliwung."

"Dari 33 kilo meter baru 16 kilo meter yang baru diselesaikan, sementara Gubernur DKI Jakarta lebih fokus pada pengelolaan air di hulu," ungkap presenter.

Menurut Anies, usaha apapun yang dilakukan untuk mengatasi banjir tak akan tercapai jika tidak dari hulu sungai.

"Kalau Gubernur DKI Jakarta menyatakan pengelolaan air di hulu menjadi kunci menyelasaikan banjir, jadi apabila di hulu belum selesai jadi apapun yang dilakukan tidak berdampak pada antisipasi Jakarta'>banjir di Jakarta," lanjut presenter.

Menanggapi itu, Firdaus mengatakan bahwa langkah Anies itu salah.

Sedangkan hulu Sungai Ciliwung berada di Jawa Barat yang tentunya di luar ranah kewenangan DKI Jakarta.

"Tidak, salah, Gubernur Anies salah. Kenapa saya katakan? Di hulu kewenangannya di luar kewenangan DKI Jakarta itu yang sedang kita kerjakan."

"Pemerintah Pusat bersama dengan Pemerintah Jawa Barat dan itu kita kerjakan," jelas Firdaus.

Firdaus mengatakan, normalisasi Sungai Ciliwung yang berada di Jakarta seharusnya juga menjadi tanggung jawab.

"Bayangkan, banjir 2007 kita baru menyelesaikan memulai membangun tahun 2016, sedang kita kerjakan."

"Tapi tanggung jawabnya Pemprov DKI Jakarta juga ini," katanya.

Meski perbaikan di hulu belum selesai, Firdaus mengatakan bahwa perbaikan sungai di kota Jakarta juga akan tetap berdampak lebih baik.

"Kalaupun di hulu belum selesai, tapi kalau di dalam kota kita bisa menormalisasi saluran, ya airnya tidak akan parkir di mana-mana," jelas Firdaus.

"Akhirnya bisa mengalir ke hilir, ke muara, ke laut sana," tambahnya.


Ia tidak menyalahkan bahwa kuncinya ada di perbaikan hulu sungai.

Kendati demikian, hulu sungai sudah bukan ranah kewenagan Pemprov Jakarta.

"Jadi kalau Gubernur Anies mengatakan bahwa kuncinya di hulu memang benar, tapi kerjakan domain dan tanggung jawabnya Pemprov DKI Jakarta itu yang seharusnya kita menyepakati, menyadari," ucapnya.

Sehingga, ia meminta agar Anies jangan hanya mengira-ngira.

"Jangan kemudian berpolemik dengan narasi-narasi yang seakan-akan indah untuk diucapkan, tetapi dipratekkan gagal," kritik Firdaus.


sumber: tribunnews.com

0 Response to "Pakar Bioteknologi Lingkungan UI Cecar Anies Baswedan soal Banjir: Jangan Berpolemik Narasi Indah Tapi Gagal"

Post a comment

Tengah Artikel - in article