Bawah Menu - Res

Wabup Nduga Mundur, Mafhud MD: Bisa Saja Itu Manuver Politik




Menko Polhukam menanggapi santai kabar mundurnya Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge yang tiba-tiba.

Dikabarkan, Wentius memutuskan mundur lantaran kecewa dengan pemerintah yang terus mengirim militer ke wilayahnya.

Hal itu pula yang dianggapnya menjadi penyebab terus jatuhnya korban jiwa dari warga.

Kekecewaan Wentius semakin dalam setelah ajudan dan sopirnya juga menjadi korban tewas setelah terkena tembakan.

Kepada wartawan, Mahfud mengaku belum mengetahui persis perihal mundurnya Wabup Nduga.

Mahfud menyatakan, dirinya belum mendapatkan data dan informasi lengkap terkait hal tersebut.

“Soal Wabup Nduga mengundurkan diri, satu itu belum jelas juga,” kata Mahfud di Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).

Sebaliknya, Mahfud berujar bahwa aksi Wabup Nduga itu bisa saja hanya sekedar manuver politik.

Hal itu berkaca pada peristiwa serupa yang sudah pernah terjadi. Bukan hanya di Papua, tapi juga di daerah lain.

“Bisa saja itu manuver politik. Sama aja kayak di Jawa, banyak. Banyak orang yang diminta turun, banyak yang mengundurkan diri, kan sering juga terjadi. Itu biasa saja,” tegas Mahfud.

Karena itu, guru besar hukum tata negara ini meminta agar peristiwa politik seperti itu tak dikaitkan dengan situasi keamanan di suatu daerah.

“Kita tidak usah mengatakan bahwa di sana sudah terjadi hal luar biasa sampai Bupatinya mengundurkan diri,”

“Saya kira itu bagian dari manuver politik. Biasa saja,” pungkas Mahfud.

Untuk diketahui, kekecewaan Wentius Nemiangge memuncak setelah satu orang warganya (Hendrik Lokbere) kembali menjadi korban penembakan.

Wentius menyatakan seolah tidak mendapat perhatian dari pemerintah pusat meski menyandang jabatan sebagai Wakil Bupati.

Ia mengaku kerap meminta kepada pemerintah pusat untuk menarik dan menghentikan pengiriman pasukan TNI-Polri di wilayahnya.

Bahkan, ia sudah berulang kali ia datang menghadap Menteri, DPR, Panglima TNI dan Kapolri menyampaikan aspirasi warganya itu.

“Sampai hari ini permintaan kami tidak pernah direspon. Bahkan penembakan terhadap warga sipil terus terjadi,” ujar Wentius mengungkapkan kekecewaannya di hadapan ratusan masyarakat Nduga yang berkumpul di Bandara Kenyam, Senin (23/12/2019).

Karena tidak pernah digubris itulah, ia merasa hanya sekadar dijadikan alat negara saja karena tidak memberikan pengaruh pada suara rakyat di bawah.

“Kami ini adalah perpanjangan tangan presiden di daerah, tapi sejauh ini kami tidak ada nilainya, kami tidak dihargai,” tegasnya.

“Permintaan kami tidak pernah digubris oleh pemerintah pusat, lalu untuk apa kami ada? Kami hanya dijadikan boneka oleh pemerintah,” lanjutnya.

Sejak jatuh korban akibat adanya penembakan itu, ia sudah melepas seragam kepemerintahannya.

“Seragam sudah saya buka dan letakan bersama korban. Maka mulai hari ini saya meletakan jabatan saya sebagai Wakil Bupati Nduga,”

“Mulai hari ini saya akan kembali menjadi masyarakat biasa,” tegasnya.

sumber: pojoksatu.id

0 Response to "Wabup Nduga Mundur, Mafhud MD: Bisa Saja Itu Manuver Politik"

Post a comment

Tengah Artikel - in article