Bawah Menu - Res

Viral Video Anak Punk Diusir Polsuska, Begini Klarifikasi PT KAI




Beredar video Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) diduga melakukan penganiayaan kepada salah satu penumpang kereta api di media sosial. Terlihat, petugas mengusir anak muda yang bergaya punk agar turun dari kereta.

Awalnya, video diduga penganiayaan itu diunggah oleh akun ???????????????????? @ricky_Hf pada Rabu, 25 Desember 2019. Menurut info, anak-anak punk naik kereta api dan dipaksa turun dengan alasan mengganggu kenyamanan penumpang lain.

"Walaupun mereka ada tiket dan duduk di kursi yang betul. Andai mengganggu, kan bisa dengan cara baik bukan pake pistol, mengapa tidak dibuat aturan jika anak punk tidak boleh naik KA!?," tulis akun Ricky yang dikutip pada Kamis, 26 Desember 2019.

Kemudian, akun Ricky kembali menempelkan link video lengkap youtube dengan judul 'VIRAL SECURITI KERETA API MENODONG PISTOL KEPADA ANAK PUNK!!!'.

"Nih lanjutan pidio anak punk di KA. Tonton sampai abis, terus simpulkan sendiri dan jangan dishare kesimpulannya," tulisnya.

Dari video tersebut, sempat terjadi cekcok antara anak punk dengan Polsuska hingga diduga petugas tersebut menodongkan senjata api. Padahal, anak punk ini juga bayar seperti penumpang lainnya.

"Kami bayar. Bapak menodong dengan pistol," ucap penumpang anak punk.

Klarifikasi PT Kereta Api Indonesia

Kepala Humas PT KAI Daops I, Eva Chairunisa membenarkan beredarnya video yang viral diduga petugas mengusir penumpang anak punk. Namun, ia memberikan klarifikasi terkait kronologi kejadian tersebut.

"Iya betul. Kejadian berlangsung pada 8 November 2019 di KA Lokal Rangkasbitung-Merak nomor 472," kata Eva saat dikonfirmasi VIVA, Kamis, 26 Desember 2019.

Eva mengklarifikasi tidak ada aksi pemukulan petugas Polsuska kepada penumpang, termasuk tidak ada penodongan pistol. Menurut dia, awalnya ada pengaduan dari beberapa penumpang yang merasa tidak nyaman dengan perilaku sekelompok penumpang yang berjumlah sekitar 25 orang.

"Dalam aduannya, mereka dianggap mengganggu ketertiban dan berjalan mondar-mandir di kereta," ujarnya.

Selanjutnya, kata Eva, Petugas Polsuska langsung menuju tempat aduan untuk kemudian menegur mereka secara baik-baik, tapi respons dari rombongan tersebut tidak kooperatif dan bahkan menantang petugas.

"Saat diimbau mereka tidak koperatif. Untuk itu, petugas bertindak untuk menertibkan," jelas dia.

Bukan pistol, tapi senjata kejut

Eva juga menjelaskan, benda yang dikeluarkan petugas Polsuska bukan senjata api atau pistol, tapi itu senjata kejut untuk pengamanan diri.

"Sebab, jumlah rombongan tersebut cukup banyak. Tindakan tersebut juga dilakukan untuk berjaga-jaga dari kemungkinan alat itu direbut atau disalahgunakan," kata Eva.

Pada akhirnya, petugas Polsuska bertindak tegas dengan menurunkan beberapa penumpang yang membuat kegaduhan. Setelah itu, perjalanan KA kembali dilanjutkan.

"PT KAI Daop 1 Jakarta berharap agar para penumpang senantiasa menjaga ketertiban selama dalam perjalanan, sehingga tidak menggangu kenyamanan penumpang lainnya," tutur Eva.


sumber: viva.co.id

0 Response to "Viral Video Anak Punk Diusir Polsuska, Begini Klarifikasi PT KAI"

Post a comment

Tengah Artikel - in article